Sabtu, 29 Januari 2011

Road to Bandung part III

4 Februari 2010

Drut drut drut……drut drut drut…….(sumpah ini bukan kentut, hehehe), getar alarm hp pun berbunyi, memaksa sebagian tubuhku untuk bergoyang mengikuti irama getaran hp yang sudah bersahut-sahutan dari tadi menunjukkan bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 4.30 sesuai kesepakatan tadi malam.

Aku dengan susah payah beranjak bangun dan mematikan hp dengan sedikit sentakan *halah. Yoga pun juga sudah terbangun dan mulai beraktivitas bagi dirinya. Hari ini pun dimulai dengan semangat, solat, mandi, sarapan kami lakukan dengan cepat dan efisien karena takut Yoga akan terlambat mengikuti kuliah paginya yang dimulai jam 7 (*wajah+rambutnya yang keriting terlihat seakan saling berpacu agar tidak terlambat, hohoho). Dengan didampingi buleknya, kami pun sarapan pagi dengan lezat (*tapi g bisa makan banyak ni, tau diri lah, hahaha ^^). Dan pukul 06.10 kami pun berangkat…..

*tak lupa, sebelum berangkat, kami sempatkan diri untuk berfoto ria di depan rumah buleknya Yoga yang beralamat di Jalan Polo Air 13 untuk kenang-kenangan, hahaha. (oh ya kami dapat tebengan dari Yogya untuk berangkat bareng karena tujuan pertama kami memang ITB, *yeee…….lumayan ngirit 6 ribu, hohoho)


1. ITB

Waw, Bandung memang kota yang sibuk (baca: macet, -red.), jam 6an gini aja, jalanan udah mulai penuh dengan anak sekolah dan mobil-mobil yang berserakan di jalan (*pantesan di sini g ada program sego segawe, huhuhu). Sepanjang perjalanan menuju ITB, praktis kami bermobil dengan kecepatan sedang-sedang saja (*mirip lagu dangdut), hohoho. Tapi dengan kesabaran+skill mengendarai yang hebat, kami pun berhasil menembus jalanan kota Bandung dengan cepat. Bahkan bisa dibilang, Yoga sampai ke ITB itu kepagian alias belum banyak temen-temennya yang sudah nongol, hahaha.

Sesampainya di ITB, kami pun sempat berjalan-jalan keliling kampus ini dengan dipandu oleh Yoga. Setelah berjalan-jalan selama 15 menit, kami pun menuju tujuan utama kami, yang tak lain adalah KAMAR MANDI (*sumpah dari tadi udah kebelet pipis karena di sini lumayan dingin, hahaha). Bukan Jegu namanya kalau tidak iseng, dia pun mengambil kamera dan memotret Yoga yang sedang pipis. (Hahaha, terjadilah baku hantam di sini, membuat keduanya bersimbah darah dan mereka kehilangan keseluruhan gigi serinya. Yoga mengalami bocor di pelipis kanannya, Jegu mengalami patah tulang hidung karena nyosor masuk ke pispot).

*oke, yang di dalam kurung itu cerita di imajinasi saya, wakaakak ^^


Jarum jam menunjukkan 6.55 (*ih, bohong banget, kami kan pake jam digital di hape, jadi g ada jarumnya, hadudududu). Tibalah saatnya Yoga untuk kuliah, kami pun berpisah dengan derai air mata, pelukan hangat penuh emosi, dan sedikit kecupan di kening yang mampu membuaikan sejenak tubuh ini membuat kami melayang di atas awan. (haduh, yang ini juga Cuma boongan, wakakak). Bersalam dan pegang rambutnya yang keriting adalah ritual yang kami lakukan. Dan tak lupa dadah….eh bukan tangaaannnnn….tangan pun kami gerakkan kiri kanan. Hihihi.

Sepeninggal Yoga, kami (aku dan Jegu lagi) mulai berkeliling ITB lagi. Karena mulai bosan, kami pun berhenti sejenak untuk memikirkan rencana tujuan wisata hari ini. Terlihat dari kejauhan, sebuah computer nganggur memaksa kami untuk menghampirinya dan kembali kami memanfaatkan fasilitas INTERNET GRATIS !!!, horeee…….kami kembali searching, liat email, dan mencari tempat wisata. Tetapi, kami baru sadar bahwa sekarang masih pukul 07.13, belum ada objek wisata atau mall yang sudah buka.

Kami pun lemas tanpa daya *halah, untuk mengisi waktu hingga pukul 08.00, kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan (benar-benar jalan) lagi di sekitaran Bandung. Tanpa disangka, di tengah perjalanan, kami menemukan objek wisata yang bisa dibilang aneh atau tak lazim. Okey, cekidot, after thes…(omong apa sih, hahaha)
* selama perjalanan menuju ITB atau selama di ITB, kami kembali bertemu (lagi) dengan beragam Neng Geulis yang lucu-lucu. Hadudu, sebagian foto dari mereka pun berhasil direkam dengan baik oleh Jegu. *Good Job, jeg !


2. Rumah Sakit Boromeus

Inilah tujuan wisata kami selanjutnya, yap benar ! sebuah objek wisata yang tak lazim dikunjungi, yaitu Rumah Sakit Boromeus (maaf, kami memang rada aneh karna memang beneran bingung untuk ngisi waktu mpe jam 8, wakakaak). Di sini g ada sesuatu khusus yang kami lakukan, mencoba mengobok-obok isi rumah sakit, sedikit foto-foto, dan naik-turun tangga. Wakakak sumpah geje beneran !!!, ^o^a. di lantai 4, kami sempat dicurigai oleh petugas (disangka teroris kali ya, wakakak).

Terus akhirnya kami ngeles mau ke atas bangunan ini pokoknya. Sesampainya di lantai paling atas, kami kembali berfoto ria dan melihat keluar bahwa view di sini juga cukup indah. Hehehe. Setelah puas, kami pun turun dari puncak rumah sakit ini menggunakan lift.

*ketika di rumah sakit ini, kami sering diliatin oleh orang lain. Engga tau kenapa, atau mungkin kami memang mencurigakan gitu, wakaakka. Ohya, kami juga sempat mencoba kamar mandi di sini. Lumayan enak, hahaha !


Keluar dari rumah sakit, tubuh kami ternyata masih bersemangat untuk jalan. Yasudahlah, berawal dari mencoba-coba jalan tembus yang baru, kami baru sadar bahwa ada jalan pintas menuju Monumen Perjuangan apabila kami dari tulisan DAGO itu (berarti waktu pulang kemarin, kami muter jauh banget lho, hadudu)
Kami sampai di Monumen Perjuangan (lagi), berhenti sejenak untuk mengambil foto di sini dengan format pagi hari. Ditemani oleh para adek SD, anak balita lengkap dengan ortunya, lansia, dan beberapa Neng Geulis, kami pun kembali berfoto ria dengan bangganya. Hahaha dasar gila !. kami terus berjalan melewati taman Telkom dan Lapangan Gazibu.

Lantas, terlihat dari kejauhan Museum Pos Indonesia.
*di sepanjang taman, kami mendapat foto-foto keren nan imut, entah dari view Monumen Perjuangan, aktivitas anak SD, Balita, Neng Geulis, sampai-sampai ada Lansia yang hampir jatuh pingsan.


3. Museum Pos Indonesia

Oke, setelah tanya- tanya lagi dengan banyak orang, akhirnya kami sampai juga di Museum Pos Indonesia, horeeee…….As usual, kami menjalankan ritual untuk berfoto bersama terlebih dahulu di depan pintu masuk gedung ini. Setelah puas, kami pun absent (emang sekolah) mengisi daftar hadir. Lagi-lagi kami menjadi orang pertama (dan kedua tentunya) yang memasuki museum ini (inilah keprihatin Indonesia, anak muda zaman sekarang kurang peduli dengan sejarah maupun museum-museum di sekitar mereka, hadudu *pidato memperingati Hari Pahlawan, hehehe).

Masuk gedung, lihat-lihat sana-sini, kami pun mulai terpukau dan terkagum-kagum dengan fasilitas, alat-alat dan perkembangan Pos Indonesia. Di sini pun kami sempat membuat video klip kami yang kelima. Setelah dirasa cukup puas mengamati dan menyatroni satu-persatu ruangan, kami pun beranjak dari museum ini

* btw, di sini ada kamera cctv-nya lho, keren abis ! hohoho, ada kotak pos yang beratnya puluhan kilo juga, terus perangko-perangkonya juga langka-langka gitu.



Naik angkot sekali dan turun di Stasiun KiaraCONTONG eh kiaracondong (*nama stasiun ini emang g enak banget og, hehehe). Kami memesan tiket pulang ke Jogja terlebih dahulu. Karena memang kami berpikiran untuk pulang malam ini. Nah, agar mendapat kursi yang legal (g kayak waktu berangkat, yang UNTUNG aja dapat kursinya, hohoho), kami memesan tiketnya pagi hari. Selepas dari sini kami pun berjalan menuju salah satu mall yang termahsyur di Bandung.

* lagi-lagi kami bertemu dengan sekelompok Neng Geulis di sini. Yang ini sudah SMA, lucu-lucu sih. Tapi kok pas jam sekolah kayak gini mereka maennya ke stasiun? Anehnya mereka sempat-sempatnya berdandan juga di sini, hadudu mereka mau ngapain si sebenarnya ? wahwahwah, benar-benar MENCURIGA…….DUL, huhuhu


Berpindah dari stasiun, kami bergerak menuju timur. Melewati Pasar Kiaracondong yang sangat ramai dan banyak penjual yang bersliweran di sekitar sini, hadudu. Membuat perjalanan kali ini cukup menantang, menantang bau para pedagang, panas terik matahari, senggolan bawaan/gendongan para pedagang adalah tantangan besar di sini.

Penataan pasar yang masih semrawut membuat langkah kami sedikit tersendat. Beruntung kami memiliki kemampuan jalan cepat dan bergerak zig-zag sehingga dengan cepat kami meninggalkan pasar ini. Hadudududu….
Setelah 30 menit berjalan, ditemani macetnya Bandung, akhirnya kami pun sampai di depan salah satu mall terbesar di Bandung. Huahaahaa…….capek ^^


4. Bandung Super Mall

Helaan napas kami pun kembali normal, setelah tadi bronkiolus dan alveolus kami meronta karena pekatnya debu dan asap kendaraan (*halah lebay ^^). Kami pun masuk Bandung Super Mall dengan gagahnya, berputar-putar, naik turun escalator pun kami jalani. Puas berkeliling kami pun naik ke lantai teratas, yaitu lantai tempat mainan anak-anak. Sesampainya di sana, kami pun dibuat berdecak kagum. Masa’ di dalam mall ada dromolem og piye (baca: bianglala, komedi putar, -red.)? di situ juga terdapat kuda berputar, arena ketangkasan, dll. Jadi ya semacam ada sekaten atau pasar malam di dalam gedung gitu lah. Keren pokoknya ! hehehe ^^

Puas mengamati (ya iyalah masa’ kami mencoba mainan tadi), kami menuju depan mall untuk berfoto ria dengan background naga besar dan megahnya gedung ini. Keren dah pokoknya, hohoho

*tapi di sini g terlalu ramai ternyata, atau kami yang datang kepagian ya? Hehehe



Keluar dari mall, kami kembali berjalan lagi. Namun baru beberapa langkah, insting saya berdenyut dan mengatakan bahwa ada seseorang yang sedang mengamati kami dari kejauhan. Setelah mengamati ke seluruh penjuru arah rasi bintang (Orion, gubuk penceng, alpha centaury *bentar! Emang kelihatan ya? hihihi), saya menyadari bahwa pandangan tajam itu berasal dari mbak-mbak yang berada jauh di depan kami dan sedang menuju kea rah kami. Kami pun berusaha biasa saja, akan tetapi, semakin dekat pandangan itu malah semakin tajam bin wajah bingung. Sesaat sebelum berpapasan akhirnya mbak-mbak atau teteh-teteh itu akhirnya menyapa kami, simak percakapannya :

Mbak-Mbak Dengan Tatapan Tajam (MMDTT) : “Maaf Mas !”
Kami (K) : “Oh ya, ada apa ya Mbak?”
MMDTT : “Kok kayaknya saya pernah melihat kalian ya?” (dengan wajah bingung)
K: “heh ? Dimana Mbak?” (saya bingung dan berusaha mengamati sembari mengingat tampilan mbak-mbak ini)
MMDTT : “Oh iya, saya inget ! Kalian kemarin ke Gedung Sate kan?”
K : “Iya Mbak, kok tau?”
Saya (S) : “ehm, Mbak Dewi ya?” (saya bilang begitu karena mbak-mbak ini memang mirip Mbak Dewi, Cuma kali ini dia g berkerudung, jadi saya bingung)
MMDTT : “Oh, bukan-bukan, saya kakaknya”
Jegu (J) : “Loh, mbak kok bisa tau kami?”
MMDTT : “ehm, kemarin kan saya liat foto-foto di kamera adek saya, nah, saya ingat wajah kalian dan jaket merah (jaket PD merah ngejreng-red.) kalian itu”
K : “Walah….” (baru paham)


Akhirnya, kami pun malah ngobrol dengan teteh-teteh itu (yang akhirnya kami tahu namanya adalah Fatma). Dia pun malah ngajakin kami maen ke rumah (*nah lo, mau dikenalin ke ortunya ni kayaknya, wakakaak ngarep ^^) dan ke tempat kerjanya gitu. Karena perjalanan ke barat (emang mencari kitab suci ^^) masih jauh, kami pun menolak dengan halus ajakan tersebut dan mengucap salam perpisahan. Dan kami pun naik angkot untuk menuju pusat oleh-oleh (horeeee…..)

*heran……emang wajah kami gampang dikenali ya ? atau jaket kami yang terlampau keren?, hahaha ya sudahlah



5. Cibaduyut

15 menit berkendara dipandu Neng Geulis (selalu ada ni, hahaha), kami akhirnya sampai di Cibaduyut. Kami pun langsung menuju pusat oleh-oleh untuk bertransaksi. Setelah mencicipi beragam makanan yang tersedia, kami pun langsung lari pergi, (Ya enggaklah ! ^^), kami menukar uang kami dengan puluhan makanan nan menggelitik perut. Lantas, kami titipkan makanan tersebut kepada teteh sang penjual.

Kami pun kemudian bergerilya mencari pernak-pernik yang bisa dibawa pulang (tentunya setelah membayar lho, g asal ngambil). Di Cibaduyut ini terkenal dengan sepatu dan tas yang terbuat dari kulit gitu. 30 menit menit mencari akhirnya kami pun malah membeli kaos dan pernak-pernik saja. Lantas, kami bergegas kembali ke tempat tadi dan langsung mengejar angkot karena hujan mulai mengepung Bandung. Hohoho lari-lari di Bandung……

*tempatnya bagus lho Cibaduyut itu, semacam Manding di Bantul, tetapi lebih ramai di sini. hohoho


6. Pabrik Coklat

Hujan pun membanjiri Bandung, mecumbu tanah Bandung dengan derasnya, kecupkan kesegaran di setiap tetesan hujan. Hadududu didesak-desak ni pas di di dalam angkot (haduh, bisa jadi kurus ni saya ^^). Kami bergerak menuju objek terakhir kami yaitu Pabrik Coklat. Ya, saya pengen membeli coklat di sini yang katanya enak dan murah. Hohoho. Setelah 25 menit berangkot basah, kami pun sampai di tempat tujuan, ternyata pabriknya tu deket pabrik meses terkenal itu. Tanpa banyak basa-basi, saya pun membeli coklat dan langsung pulang. Huhuhu capek beneran soalnya setelah bergelut dengan hujan, hohohoho

* di sekitar lokasi pabrik ini jalannya banjir lho, mpe jegu harus merelakan sepatunya dicumbu air hujan plus selokan yang warnanya kayak brownies, huhuhu


sepulang dari pabrik coklat, habislah objek wisata yang kami kunjungi, lagipula sudah sore sekitar jam 4an, padahal jegu juga ada perwalian dosen dan kami juga belum makan siang plus siap-siap packing untuk pulang.


Selesailah kisah hari ketiga, karena cerita kepulangan akan dibahas di waktu kepulangan
(ya iyalah, hohoho)



My eighth task on 2010
12th of Februry, 06.11-08.56

Road to Bandung part II

3 Februari 2010


Huaaaahhhhhh………..setelah tertidur selama hampir 5 jam, kami (aku dan jegu) pun terbangun setelah mendengar riuh rendah suara adzan yang menggetarkan insan setiap orang yang merasa terpanggil dengan alunan merdu muadzin yang bahkan dirasa mampu mengguncang dunia, membuat semua aktivitas kehidupan kembali berdenyut meramaikan galaksi dan supernova yang kian bergerak cepat.

* ada yang paham saya nulis apa ? maklum setelah liat sepakbola *apa hubungannya coba?

Oeklah kalo beguncrat, perjalanan besar kami pun segera dipersiapkan. Memulai pagi yang cerah ini dengan rutinitas “panggilan alam” (g perlu diceritakan kan? wakakaak), lantas menyusun jadwal keberangkatan dan tujuan, dan ngliwet. Memang untuk menghemat pengeluaran, jegu berinisiatif untuk menanak nasi untuk kami berdua lho, ohhhhh……..so sweat ! (bukan sangat berkeringat ya ,hihihi).

Setelah menyiapkan amunisi lengkap (permen, kamera+full battery charge, uang angkot, air minum, wajah imut untuk narsis *nah lo, ini yang bikin lama, hehehe), kami pun segera bersiap berangkat. Mulai dari sekarang, cerita akan dibagi setiap tujuan ya, biar kami kelihatan benar-benar mengobrak-abrik Bandung setelah melihat banyaknya objek yang kami kunjungi. Hahaha ……..:D

* oh ya sekedar info, karena dari teman-teman ST Telkom dan ITB pada punya acara masing-masing dan g ada yang bisa dipinjem motornya, maka semua kisah perjalanan di Bandung ini, (mau g mau) ditempuh dengan jalan kaki dan sesekali naik angkot lho. Yah, itung-itung berpartisipasi untuk menuju Indonesia Sehat 2020



1. ST Telkom

Well, inilah objek pertama kami, sebenarnya sih tempat ini g ada dalam benak dan pikiran saya, tapi karena harus menemani jegu registrasi, ya sudah saya anggap saja saya sedang study banding ke sini gitu. Wakakakak. Sebelum sampai di tempat ini, yang letaknya tak begitu jauh dari kosnya jegu, ya kira-kira kalau di Jogja sih jarak antara Bunderan UGM sampai ke GSP. CUMA ! pake acara muter-muter dulu gitu. Yah ! jalanan kampung di sini memang semacam labirin bagi saya, sumpah ! lebih parah daripada jalanan kampung Kricak kebanggaan saya.

Sebagai perbandingan, kalau di kampung saya itu, motor dan becak masih bisa lewat jalan kampung, nah kalau di sini, bregedhek ciu-ciu jalan berdua berdampingan pun susah banget, hadudu parah banget. Mana waktu dah mau nyampe, kami perlu nglewatin kawanan bebek kotor gitu, terus pas lewat jembatannya, hadudu ada sungai yang lebih parah daripada Kali Code, hadududu…..(Bersyukurlah teman, Code kita masih bisa dibilang bersih, oleh karena itu jagalah Code kita bersama ! *lah? Malah pidato lingkungan hidup).

Akhirnya sampai juga di ST Telkom. Lingkungan kampusnya lumayan enak sih menurut saya. Teduh, rindang, iyup (lah? Apa bedanya? hohoho), lumayan banyak pohonnya deh. Terus pas liat ke arah utara, aku juga melihat bahwa pembangunan besar-besaran masih dilakukan oleh ST Telkom gitu. Gedungnya aja yang bangun juga kontraktor ternama yang memakai lambing huruf “W” (bukan Wareg,-red.) Gedungnya sih kalau dah jadi bakalan terlihat megah lho. Keren pokoknya ! selamat deh Telkom ^^

Lantas, setelah jegu menyelesaikan hajatnya (emang habis eek mas? wakakak), saya pun berfoto ria di sini. Dengan background kampus yang (masih) keren, saya pun (terpaksa) terlihat ganteng. Hahaha :D

Setelah puas berfoto, kami pun mampir di kosnya gege, eh namun ternyata dia dah pulang lagi ke Purworejo. Ya sudahlah, kami Cuma ngobrol dengan teman samping kamarnya yang namanya Edo gitu. Nah, yang aneh dari Edo ini adalah dia minta dibelikan nasi bungkus di samping kosnya itu. Padahal sumpah, kosnya itu benee-bener deket dengan warung makannya (nempel malahan) dan dia nunggu di depan pintu gerbang gitu (wah jan, ngrepoti banget ni anak, huuu……). Dari kosnya gege, kami pun beranjak menuju Gedung Merdeka menggunakan angkot.

* berdasarkan survey dari hampir seluruh sampel angkot ketika 2 hari saya berada di Bandung, diperoleh hasil bahwa setiap angkot PASTI ada Neng Geulis –nya minimal 1, hadudu…..wealah benar-benar bikin betah og, wakakaakk


2. Gedung Merdeka

Oke, setelah berputar-putar dengan angkot yang g jelas dan cukup puas memandangi Neng Geulis yang berserakan di Bandung ini, hahaha. Kami pun sampai juga di Gedung Merdeka. Nah, sebelum memasuki gedung ini, kami sempat berfoto ria di samping tugu perjanjian KAA yang lumayan tinggi juga si. Lantas, kami juga berfoto di depan Gedung Merdeka dengan background tulisan Gedung Merdeka gitu. Setelah dirasa cukup, kami pun masuk ke gedung tersebut.

Namun, tiba-tiba………CENTENG…..TIUNG……DHUER…..GUBRAK !, sang penjaga gedung mencegat kami dan berkata bahwa gedungnya sedang ditutup karena sedang ada acara. Hadudu………ya sudah deh, minimal dapat fotonya, hehehe

* oh ya, lalu lintas di Bandung itu g terlalu bagus penataannya lho. Buktinya aja waktu kami mau nyeberang jalan. Hadudu susah banget, padahal kami itu dah kelihatan melo-melo menggunakan jaket khas merah berani milik PD SMA 3 lho. hohoho



3. Museum KAA (Konferensi Asia Afrika)

Tak masuk Gedung Merdeka, KAA pun siap disampingnya. Yah, setelah gagal masuk Gedung Merdeka, kami pun beranjak menuju Museum KAA yang berada tepat di samping Gedung Merdeka, KAMI JALAN LHO, (ya iyalah deket banget og, hehehe). Dan entah kenapa, langsung terbersit di dalam ingatan adalah tentang pelajaran sejarah kelas 5 SD, yang masih saya ingat tentang KAA cuma tahun 1955, terus hasilnya ada Dasasila Bandung, wakil tiap Negara ada banyak, yang masih ingat sih Cuma U Nu (mirip merk lem soalnya, dan bisa jadi bahan ejekan soalnya “hey, U Nu mu maju !”, hahaha), terus Gamal Abdul Nasser (mirip nama pak RT saya dulu soalnya yaitu pak Nasir), lanjut ada Sir John Kotelawala (mirip rangkaian nama makanan soalnya yaitu “cocktail tela dan wala” * maksa banget, tapi beneran gara-gara itu aku ingetnya, hahaha).

Setelah mengisi buku tamu dan sedikit berbasa-basi dengan resepsionisnya yang lumayan lucu dan mau menanggapi ocehan saya, kami pun bergerak memasuki gedung yang lumayan megah ini. Baru berjalan sekitar 7 langkah, eh kami dah berhenti lagi karena nemu stage yang bagus untuk berfoto ria (hahaha, sumpah narsis banget). Mungkin karena sudah suka dengan kami dan pengen membantu kami, sang resepsionis pun ambil bagian dalam pemotretan kali ini.

Dia menawarkan untuk menjadi fotografer kami. Ya sudahlah mbak-mbak yang sedang PKL ini memang baik, dia adalah arek Surabaya yang kuliah di jurusan PR di UnPad (di bagian berikutnya saya juga akan bercerita tentang UnPad, hohoho).

Lantas, kami meringsek memasuki ruangan demi ruangan yang sumpah! Keren banget :D. meskipun terdapat larangan mengambil gambar, tetap saja kami nekad berfoto rai eh ria (maaf ya mbak-mbak arek Surabaya, kami mengabaikan laranganmu, hohoho). Keren banget og museum ini, apalagi setelah ana rombongan anak dari SMA di Bandung juga memasuki gedung ini (wahwahwah, semakin nyaman kami di sini, hahaha :D)

Semua ruangan telah kami jelajahi dan akhirnya kami sampai di penghujung gedung ini. Karena penasaran, sebelum keluar kami menyempatkan diri untuk mampir di perpustakaan Museum KAA ini. Di dalamnya terdapat banyak buku yang luar biasa……tebalnya, maksudnya, hehehe :p. nah, 1 hal yang menarik perhatian kami adalah adanya AKSES INTERNET GRATIS, hihohiho. Sembari mengecek email, kami juga browsing mengenai objek wisata+peta+alamat objek wisata di Bandung (benar-benar memanfaatkan fasilitas gratis ini pokoknya, hehehe). Eh, baru 3 menit di sini, tiba-tiba mbak-mbak arek Surabaya yang tadi, kembali menyambangi kami lagi (kayaknya mbaknya ini suka sama saya deh *GUBRAK! GR BANGET, hahaha). Kami ngobrol gitu deh, sekarang lebih personal lho, seperti Tanya makanan kesukaannya apa, warna favoritnya apa, ukuran sepatunya berapa, dan ukuran-ukuran lainnya (*stop sampai di sini berpikir tentang ukuran-ukurannya!!! wakaakakak)

Jarum jam pun menunjukkan angka 12, bersiap diusir pak satpam karena memang sudah memasuki jam istirahat, kamu pun bergegas meninggalkan museum ini. Sebelum keluar, kami sempat mengobrol dengan librarian-nya perpus ini. Setelah ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon bahkan munggah midhun, kami terkejut ternyata beliau satu trah dengan kami. Karena sebenarnya bapak Kasiman (*itu nama bapaknya, kayak nama puasa Senin-Kasiman eh Kamisan, hohoho) ini berasal dari Wates lho (cihuiiiiii…….bertemu orang Jogja, jadi kalau kehabisan uang bisa nebeng pulang sama bapak Kasiman ini, hhehehe).

Nah, sebelum keluar dari gedung (hadududu dari tadi kok g jadi keluar-keluar yaa? Wakakak begitulah kenyataannya), ternyata terdapat papan testimony. Jadi itu semacam kertas kosong yang terdapat pada papan dan itu digunakan untuk menuliskan kesan,pesan,saran tentang Museum KAA ini. Kami pun menulis dan secara naluri narsis, kami juga menuliskan alamat blog kami, hohoho. Lalu, kami pun juga berfoto di depannya.

* oh ya kami lupa menanyakan nama mbak-mbak arek Surabaya tadi tu, hadudu menyesal. Y_Y


4. Jalan Braga (Bandoeng Tempo Doeloe)

Well, setelah mendapat info dari perpus tadi, kami pun berusaha untuk mengobok-obok Bandung. Dan lokasi yang terdekatnya adalah sini. Di sini (abstrak banget ya ?) di Jalan Braga (Bandoeng Tempo Doeloe), adalah suatu tempat yang menonjolkan sisi bangunan-bangunan kuno gitu. Heritage masa Belanda masih dijaga sampai sekarang. Di sini juga banyak ditemui lukisan-lukisan yang cukup unik. Pokoknya sini bagus deh untuk pre-wedding dengan tema zaman dulu/jadul/retro gitu lah. (*lah, tiba-tiba og nyambung ke sana). 1 hal penting yang kami lakukan di sini adalah masuk ke toko buku dan sok-sokan membuka-buka buku dengan seksama (padahal yang kami lakukan adalah HANYA membuka-buka peta Bandung dan memotretnya dengan gratis, hahaha maaf Bapak penjual)

* di sini selain memotret peta Bandung secara gratis, kami juga membeli baterai kok, soalnya di sini juga kami membuat video klip kami pertama. hahaha


5. Museum Siliwangi

Sukses mengambil potret peta di toko buku tadi, kami menjadi sedikit paham tentang jalan-jalan yang ada di sini. Lantas kami berjalan menuju Museum Siliwangi. Tatkala di tengah perjalanan, kami melewati cafe yang sering disinggahi oleh para musisi Bandung, namanya Classic Rock CafĂ©. As usual, kami berfoto ria di sini dan melanjutkan perjalanan, Hohoho. Sekitar 500 meter, Hore….kami tiba juga di Museum Siliwangi.

Tapi di luar dugaan, suasana di meja resepsionis sangat sepi, tak tampak satu pun batang hidung para penjaganya (heh, bahasanya ngawur, tempatnya tentara lho di sini). Oh maaf, Berarti bahasanya gini aja, “tak tampak sedikit pun serbuan kumis nan garang dari para prajurit bangsa menghampiri kami”

*kayak gitu ya ? hohoho. Karena berpikir petugasnya ada di lantai atas, kami pun berinisiatif masuk ke gedung museum untuk mencari petugasnya. Setelah clingak-clinguk mencari dengan susah payah bahkan sampai bersimbah darah (*lebay…madu *lho?) dan kami pun mulai putus asa, nah, lantas kami memutuskan untuk berfoto ria di dalam museum sembari mengobati keletihan kami. (hahaha, narsis lagi deh).

Lantas dari kejauhan terdengar suara bapak-bapak dan ibu-ibu, dan kami beranggapan itu adalah para petugasnya. Setelah turun kembali ke meja resepsionis, kami menjumpai 2 orang petugasnya yang segera menanyai kami “dari mana dek? Kok masuk tanpa izin ?”, dan saya pun ngeles, “oh maaf pak, kami pikir petugasnya ada di atas, dan ternyata setelah kami cari kok g ada” (aman….aman ^^)
Kami pun akhirnya dipersilahkan untuk mengisi buku tamu dan menitipkan tas kami. Kemudian saya refleks bertanya “Boleh bawa kamera pak?”, dan bapak yang serem menjawab dengan garangnya laksana Macan Siliwangi yang sedang eek kemudian diganggu oleh kancil (jelek banget), “G boleh! Di sini dilarang mengambil gambar !”

(* Lah ? tadi saya dah ambil gambar lho pak, hadudu. Berarti tadi kami berfoto illegal dong) itu ungkapan dalam hati saya, wakakakakaakk.

Lalu ibu-ibu tadi mengantarkan kami masuk ke dalam museum. Lho lho lho keanehan terjadi sehingga Lagi-lagi saya bingung dan bertanya. “Bu, pintu masuknya bukan yang di sebelah sana tadi ya ?”, ibu itu pun menjawab, “Bukan Dek, kalau yang di sana tadi adalah jalan keluarnya”. CENTEEENGGGGGG…. …..TIUNG……DHUER…..GUBRAK !,

* 2 kesalahan kami buat berarti yaitu foto illegal dan masuk lewat pintu yang salah dan tanpa izin pula. hadududu

Karena tadi membuat kesalahan yang lumayan fatal, di dalam museum ini pun kami tidak merasa nyaman, di otak kami Cuma tertanam doktrin “segera pengen keluar dari sini dan cabut dari tempat ini karena takut kamera kami yang ditinggal dalam tas dicek oleh petugas dan menemukan foto kami di dalam museum”. 10 menit kemudian kami berhasil keluar dari tempat ini dan buru-buru meninggalkan museum ini.

Sekitar 7 langkah sebelum gerbang jalan museum dan kami sudah berasumsi bahwa kami selamat dari terkaman Macan Siliwangi (sebutan untuk bapaknya yang serem tadi), tiba-tiba kami dipanggil oleh bapaknya, begini percakapannya :

Bapak Serem Yang Kami Sebut Macan Siliwangi (BSYKSMS) : “Dek !”
Kami (K) : “Iya pak?” (dengan ketakutan tingkat tinggi karena takut diterkam, huhu)
(BSYKSMS) : (Cuma menatap kami dan bergerak menuju kami)
(K) : “Ada apa ya, Pak ?” (saya sudah siap mengaku salah bahwa sudah berfoto illegal dan mencoba menyiapkan argument pembelaan)
(BSYKSMS) : (sembari tersenyum) “Ga papa kok dek, Cuma mau memberitahu, kalau pengen foto-foto di sebelah sana dek, di dekat tank itu (sambil menunjuk tank di kejauhan)”
(K) :CENTEEENGGGGGG…. ..TIUNG……DHUER…..GUBRAK !, Fiuuuh………kirain mau diinterogasi e pak, hadududu

Setelah puas berfoto ria di deket tank, kami segera meninggalkan tempat serem ini. Biar cepet pengennya sih saya lari, tapi takutnya malah ntar mencuriga…..dul deh, hohoho.

* konon kabarnya, macan yang ada di museum Seiliwangi ini adalah macan betulan lho



6. Masjid Lautze-2

After shocking incident menimpa kami siang tadi, kami memutuskan untuk solat terlebih dulu. Sekalian untuk menenangkan diri lagi lah. Hehehe. Solatnya di masjid yang g biasa ni, solatnya di Masjid Lautze-2, yah masjidnya berembel-embel nama Cina gitu deh. Ornament-ornamen di luar masjid ini juga berasa Cina-cina gitu deh (lantas yang teringat langsung teman saya nak 64, tau kan? hahaha). Solat (tentunya tetap solat seperti biasa, bukan njuk pake bahasa Mandarin gitu, hehehe), istirahat bentar, baca peta, nyentang list daftar tujuan. Dan berangkat lagi lah kami….tapi baru jalan berapa menit dan melihat rumah makan elit (*padahal Cuma warung gitu, hehehe), system syaraf sensorik dan motorik di dalam perut kami mengirimkan pesan kepada otak untuk menginstruksikan kepada kaki segera mengambil ancang-ancang untuk menuju tempat itu. Hehehe karena sudah tak tertahankan, berhentilah kami di Jalan Sumatera (tak terasa dah nyeberang pulau lho, halah), dan menikmati makanan.

* maemnya lumayan murah tapi enak lho (ya iyalah enak, semua itu enak ketika kita lapar, hehehe)



7. Taman Lalu Lintas

Seusai makan dan memberondong pertanyaan tentang lokasi dan denah ke pak penjual makanan tadi, kami bergegas menuju Taman Lalu Lintas, setelah 15 menit berjalan, kami akhirnya menemukan lokasi ini. Tamannya cukup unik karena di dalamnya memang terdapat rambu-rambu, tanda, petunjuk jalan , peraturan, dan semua dedengkotnya yang berhubungan dengan lalu lintas. Tapi sial, karena sudah jam 2 kami g bisa masuk karena dah tutup. Alhasil kami hanya mengitari taman tersebut dan mengambil foto dari jarak jauh. Hehehe

* Taman ini dibangun oleh Ade Irma Nasution (masih ingat kan dengan sejarah? Itu lho anaknya Jenderal AH Nasution yang selamat waktu serbuan PKI). Selain itu, kami juga sempar berjalan di sekitar taman ini dan menemukan SMA 3 Bandung (waktu studi banding dulu saya pernah ke sini), dan ide jail pun merasuki jegu yaitu memotret para siswi Neng Geulis SMA ini yang masih menunggu datangnya jemputan. hahaha



8. Gedung Sate

Akhirnya sampai juga di puncak hari ini (yah, karena memang gedung sate lah tempat tertinggi yang bisa kami capai selama perjalanan ini, hehehe). Setelah naik angkot dari SMA 3 Bandung tadi dan lagi-lagi bertemu dengan beberapa Neng Geulis khas Bandung, kami sampai juga di Gedung Sate. Niat awal kami di sini sih Cuma foto-foto di luar aja, tapi ternyata Allah itu memang baik. Dia mengizinkan dan memberikan jalan yang indah. Sekedar info, Gedung Sate notabene hanya bisa dikunjungi oleh para pejabat maupun masyarakat umum dalam bentuk rombongan, itupun harus dengan surat pemberitahuan dan sekiranya di Gedung Sate juga sedang tidak ada acara. (*nah lo, ribet juga kan mau masuk Gedung Sate aja).

Kami merasa termasuk orang beruntung karena dengan sangat tidak sengaja bertemu dengan mbak-mbak yang nantinya akan menjadi pelengkap cerita di Bandung ini dan memberikan kenyataan yang cukup mencengangkan (* halah, lebay….). begini ceritanya :

Setelah puas foto-foto di luar dan bahkan membuat video klip kami yang kedua dan ketiga, aku dan jegu semakin dekat dengan pintu Gedung Sate. Dengan rasa ingin tahu yang menggebu, saya ingin masuk gedung itu. Namun, spontan (uhuy…) Jegu mencegah saya karena memang penjagaannya lumayan ketat. Lantas, tiba-tiba datanglah mbak-mbak berkerudung yang langsung menemui sang security dan berusaha untuk meloby, bernegosiasi, tawar-menawar (mas…1 kilonya berapa? 5 ribu aja ya, masak g bisa kurang, haduh bukan kayak gitu). Setelah 2 menit berargumen dan debat panel, akhirnya mbak-mbak itu (sepertinya) berhasil. Lantas, dengan iseng saya bertanya :


Saya Ganteng (SG) : “Permisi Mbak, Mbaknya bisa masuk ke dalam ya?”
Mbak Berkerudung (MB) : “Iya sih kalau saya, tapi g tau kalau Masnya”
SG : “Berarti harus Tanya security nya dulu ya mbak?”
MB : “Iya Mas, dicoba aja dulu”
SG : (dengan sangat berharap dan dengan mata berkaca-kaca *halah) “Gimana kalau saya ikut mbaknya aja ?”
MB : “Oh, mau begitu? Ya udah g papa, mari-mari”
SG : “Yuhuuu……Makasih Mbak ! ^^”


Kemudian saya (dan tak lupa jegu juga) nginthil di belakang mbaknya, setelah bercakap-cakap dengan security lagi, akhirnya kami berempat diizinkan masuk ditambah guide pula (karena pak satpamnya juga ikut, hehehe). Nah, karena merasa sudah dibantu masuk dan untuk (sok-sokan) jadi akrab sekaligus punya teman di Bandung juga, saya pun mengajak mbaknya dan masnya untuk berkenalan :

SG : “Oh iya Mbak, kita belum berkenalan, nama saya Fredo” (dengan senyum lebar nan dahsyat, hahaha)
MB : “Oh iya Mas, nama saya Dewi” (bales senyum juga, *ya iyalah, masak dibales smash, emang badminton)
SG : “Ini juga teman saya Mbak Dewi, namanya Jegu eh Yanu”
Jegu (JG) : Yanu !
MB : “Oh iya, Dewi ! Ini juga saudara saya, namanya Sigit”
Sigit : Sigit !
(kami berdua menyalami Mas Sigit, dan percakapan lain juga dimulai)
MB : “Oh iya kalian dari mana?”
SG : “Kami dari Jogja mbak”
MB : “wah kebetulan banget, Sigit ini juga dari Jogja lho”
SG : “weleh…….sa’trah jebule” (keluarlah bahasa asli saya, hehehe)


Wah.wah.wah kebetulan yang tak dinyana, karena sama-sama Jogja, kami pun merasa cukup dekat dengan 2 orang ini. Cuma butuh waktu 15 menit untuk membuat kami berjalan akrab dan bahkan foto bersama, hehehe…

Oh iya tentang Gedung Sate sih, intinya bagus banget Gedung ini, semacam Kraton Jogja, Cuma di sini lengket banget gaya arsitektur Moor (Spanyol) dan Siam (Thailand). Lantai 1 ada ruang pegawai gitu dan ada venue pameran gamelan dan kecapi gitu. Dari Lantai 1 kita langsung ke Lantai 4 dengan menggunakan lift lho (keren banget kan? Gedung kuno ada lifnya, kata Bapak security nya sih emang dari awal pembangunang gedung ini, sudah dipersiapkan space yang dibiarkan kosong oleh para arsiteknya *sebuah pemikiran jangka panjang yang hebat, batin saya). Di lantai 4 ini isinya tentang Bandung, sejarah Gedung Sate, foto gubernur, dll.

Beranjak dari lantai 4, kami pun naik ke Lantai 5 yang merupakan puncak dari Gedung Sate. Sumpah ! Keren banget pemandangan dari sini, dapat terlihat jelas seluruh penjuru Kota Bandung, Gunung Tangkuban Perahu, Lapangan Gazibu Monumen Perjuangan (next destination, hehehe), dll. Setelah kami perhatikan, ada hal menarik di sini. Ternyata eh ternyata Monumen Perjuangan-Lapangan Gazibu- Gedung Sate- Gunung Tangkuban Perahu terletak dalam 1 garis *Ciadow, kerennya……..mirip dengan garis imajinernya Jogja juga yakni Parangtritis-Panggung Krapyak-Kraton-Tugu-(Rumah saya *ngarep banget, hehehe)-Gunung Merapi.

Puas berfoto ria di sini, terdengar dari jauh sayup-sayup adzan, kami pun turun dari Gedung Sate melalui tangga. Sembari kembali melihat-lihat isi gedung yang terbilang mewah, kami pun diajak menghampiri ruang dinas gubernur dan wakil gubernur (Dede Yusuf lho, bukan Dude Herlino, atau bahkan Dodo Alfredo hahaha ^^). Foto-foto sebentar kemudian turun ke lantai dasar, dan selesailah tour d’Gedung Sate. Kami pun pamit dari hadapan security yang tenyata bernama Pak Supri dan berasal dari Purworejo *Gubrak ! sa’trah juga sebenarnya.

Keluar dari Gedung Sate, Mbak Dewi pun mengajak kami untuk ke Monumen Perjuangan. Tanpa ba bi bu, kami mengiyakan terus kemudian juga langsung meralat dan berkata, “Wah, maaf mbak, kami mau solat dulu” (*iya dong, bersyukur dulu), hehehe. Terus Mbak Dewi BILAng, “Oh yaudah, sampai jumpa kapan-kapan lagi !”. “Oke Mbak !” (dan entah kenapa, kata-kata “sampai kumpa lagi” terasa benar-benar dekat, karena kami ketemu lagi keesokan harinya, tunggu aja ceritanya, hehehe).
Setelah pisah ranjang dengan Mbak Dewi *ceileh, kami segera menuju musola terdekat untuk menunaikan ibadah solat Ashar, setelah bertanya total 3 kali, kami akhirnya menemukan musola di gedung DPRD Bandung. Solat, menyelonjorkan kaki, dan juga ngecharge baterai hpnya jegu pun kami lakukan di musola tersebut.

* oh iya di Gedung Sate ada teropongnya juga lho, jadi bisa ngeliat orang yang lagi berada di Monumen Perjuangan. Padahal jaraknya sekitar 1 km. hohohoo


9. Lapangan Gazibu

Dirasa cukup memenuhi baterainya, kami pun segera bergerak lagi menuju Lapangan Gazibu. Berjalan sekitar 150 meter, akhirnya kami sampai juga di Lapangan Gazibu. Tak banyak yang bisa dilihat di sini, yah, lapangan ini semacam alun-alun kalau di Jogja, Cuma di sini g ada Kratonnya, Masjid Agungnya, dan pohon beringinnnya *ya iyalah, kalau ada berarti ini namanya alun-alun Jogja, hohoho. Di sini kami Cuma duduk-duduk dan sesekali berfoto ria, terkadang juga iseng motretin Neng Geulis yang sedang olahraga. Hohoho

* pemandangan di sini cukup bagus, apalagi pas background langitnya biru, wahwahwah……..


10. Monumen Perjuangan

Melewati taman kota yang kayaknya dikelola Telkom, menyeberang jalan di tikungan Telkom yang lumayan susah. Hadududu. Akhirnya kami sampai juga di Monumen Perjuangan. Monumen yang menurut kami cukup megah dan spektakuler. Sumpah ! monument ini bikin jatuh cinta, monument yang identik dengan warna putih (fiber atau asbes atau semacam bahan eternity gitu) yang dihiasi dengan Burung Garuda berwarna coklat kehitam-hitaman, menambah daya pikat monument ini, hohoho. Best picture-nya Bandung dah pokoknya

* sekitar 20an foto kami rilis di sini, hehehe sumapah keren tenan ki, hahaha :D


11. Universitas Padjajaran

Selepas terkagum-kagum dengan Monumen Perjuangan, kami segera beranjak menuju Universitas Padjajaran yang berada di seputaran Monumen Perjuangan. Yah, Cuma foto-foto sih di sini. Jan g ada gawean tenan og, foto di tulisan UNIVERSITAS PADJAJARAN gitu, hohoho

* selama proses pemotretan, susah banget nyari gambar yang bagus lho, karena motretnya nyeberang gitu. Jadi sesekali pasti ada kendaraan yang lewat, hadududu



12. D A G O (Tulisan Gede)
Well, berhubung sudah jam 5an sore, kami segera memberesi diri untuk bersiap meninggalkan UnPad, lalu bersiap menuju DAGO. Yah, daerah DAGO terkenal dengan distro-distronya yang pating tlecek tersebar berserakan di jalanan Bandung. Karena pertimbangan anggaran, kami pun hanya melewati tempat ini dengan biasa saja.

Tujuan utama kami adalah tulisan gedhe D A G O yang berada di bawah jembatan layang dan berwarna merah merona. Di situ kami akan mengambil foto kami dan menanti teman kami yang bernama Yoga a.k.a Icikok. Setelah melewati, menjelajahi sepanjang 3 km Jalan Dipati Ukur dan sekitaran Jalan Dago, akhirnya kami sampai juga di tulisan itu. Temu kangen sejenak dengan Icikok, berfoto, dan kemudian meminta izin untuk nginep di rumahnya, hehehe, dan akhirnya boleh !

* sebenarnya tadi kami kejauhan jalannya, karna sebenarnya ada jalan pintas dari UnPad menuju Dago yang panjangnya Cuma 700 meter, hadudu kan g tau T_T


Dari Dago, kami naik angkot untuk menuju rumah buleknya Icikok yang letaknya di daerah Antamani gitu. Ternyata tempatnya jauh, sekitar 10an km gitu dari Dago. Setelah naik angkot 3 kali dan bertemu dengan Neng Geulis (yang ini beneran lucu^^), sampai juga kami di gerbang perumahannya Icikok. Kami pun dijemputnya dan diajak beli bakmi Jogja “Plengkung Gading”. Setelah itu, pulang ke rumah, mandi, makan, dan nonton Gita Gutawa (baca: istrinya Alfredo-.red), dan tidur…….

* buleknya Yoga itu baik lho, punya 3 anak gitu, 2 cewek, 1 cowok. Terus pembantu yang saya kira anaknya juga berwajah lumayan lucu (kata Jegu lho)





(oh iya, kayaknya ini edisi notes yang paling panjang dari yang pernah saya buat, jadi sabar ya bacanya......hehehe)


My seventh task on 2010
10th of Februry, 06.11-10.00

Selasa, 25 Januari 2011

Road to Bandung part I

Well, Saya muncul lagi lho !, hehehe, setelah menghilang selama 3 hari (dari tanggal 2-4 Februari). Mungkin ada yang bertanya-tanya (minimal pak satpam SMA 3 lah, huhuhu) kemana saya pergi. Oeklah kalo beguncrat (ralat dari “Okelah kalau begitu”-.red), saya pergi ke BANDUNG lho !. hahaha

sebenarnya sih g ada urusan penting, ada saudara yang nikah, atau pun di Bandung lagi ada pembagian makanan gratis (*nah lo ketahuan laper), saya murni eh bukan saya fredo hanya berniat untuk jalan-jalan kok. Mencoba mengobrak-abrik Bandung yang identik dengan nama “Paris van Java” –nya, hohoho. Ya sudahlah silakan baca kejadian-kejadian aneh. Plis cekidot ^^a


1. 2 Februari 2010

Waw, akhirnya hari ini pun tiba juga, setelah tadi malam aku berunding dan mengatur rencana tentang apa yang akan kita lakukan di Bandung. Sebenarnya ini sih keputusan mendadak dariku sendiri ya, yang seenaknya mengIYAkan ajakan jegu untuk pergi ke Bandung, padahal ajakan baru tadi malam, dan berangkat langsung pagi harinya. Hahaha goblok !. Preparing completed, supplies completed, list of destination completed, dan tak lupa stomach completed (ini yang paling penting, hehe). Aku pun segera menuju ke stasiun Lempuyangan sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan oleh jegu aka yanu 65. setelah menunaikan ibadah solat dzuhur, kami segera menuju kereta kami, dan perjalanan pun dimulai…………

Well, Berikut adalah daftar (what the) fun fact- nya:

1. Perjalanan sejauh 427 KM (kayaknya segitu) bakal ditempuh selama 10an jam. Dari pukul 12.10-22.37.

* Bayangkan aja, betapa kempesnya pantat saya kalau harus duduk selama itu, wakakaakk


2. saya menggunakan kereta ekonomi “Pasundan” dengan tujuan stasiun Bandung

* nama stasiunnya Bandung kasar lho, masak namanya kiaraCONTONG eh kiaracondong ding, hahaha


3. ini adalah perjalanan pertama saya menggunakan kereta api yang menuju ke arah barat

* soalnya biasanya Cuma naik KA Prameks (bukan obat sakit kepala lho) dengan tujuan maksimal adalah Solo, hehehe


4. banyaknya orang di kereta ekonomi dan bahkan cenderung rela berdesakan di dalam kereta ekonomi adalah potret wajah ekonomi Indonesia yang masih buruk.

* betul g? huhuhu Indonesia…Indonesia


5. selama perjalanan, kereta itu serasa Pasar Beringharjo ! ya mau gimana lagi, banyak banget pedagang asongan dan komplotannya gitu. Mau tak sebutin ? ada penjual blangkon, irus, buku dongeng, donat, pecel, tas kecil, gelang, charger+headshet, tukang sapu, mainan, lanting (alen-alen), tongkatnya sailormoon, pengemis, pengamen dengan 3 tingkatan, kupluk, dompet, celengan, jenang, aqua, mizone, kopi, susu, dan bahkan ada bencongnya juga, hadududu

* nah lo, banyak banget kan ? bayangin aja gimana ramainya kereta ekonomi. Hahaha dan sebenarnya itulah tujuan saya dalam perjalanan ini, “jalan-jalan dan mencari keramaian”


6. masih tentang pedagang, cara mereka mengenalkan produk mereka pun tergolong unik. Mereka menyodorkan sampel barang mereka langsung ke penumpang dan bahkan terkadang langsung dilemparkan ke pangkauan masing-masing penumpang. Setelah itu mereka pergi dan sekitar 10-15 menit dan mereka kembali lagi mengambil barang mereka. Apabila ada yang tertarik, langsung saja bertransaksi ria. Hohoho

* pas pertama kali disodori barang dagangan itu, saya mengira kalau saya sedang dikasih sama orang lain. Seandainya beneran dikasih, barang-barang itu pasti saya masukkan ke tas saya sampai penuh. Hehehe (dasar penadah barang gratisan) :p


7. aku masih belum paham dengan alasan kenapa rel-rel kereta api itu diberi kerikil (bukan sesuatu yang lain) di sepanjang lintasan. Ada yang tahu ?

* setahuku sih kalau di sepanjang rel itu dikasih klepon atau bakpia pasti akan habis dibabat para penumpang ataupun penduduk sekitar rel, iya kan ? hadududu


8. aku juga masih belum paham kenapa ketika kita masih TK diberi doktrin kalau suara kereta itu “tut…tut…jes…jes…jes”

* padahal kemarin aku memperhatikan kalau suaranya kereta itu ”uooong……gledhek…gledhek…” gitu lho, mana yang bener coba ? ^^a


9. di kereta itu udaranya dingin lho soalnya banyak jendalanya

* padahal ekonomi, gimana dengan yang bisnis dan eksekutif ya ?


10. ada sungai yang lebih lebar daripada sungai Progo. Yaitu sebuah sungai di Purworejo yang namanya saya g tahu

* beneran lebar banget, kalau g percaya cek aja sendiri, wakakakak :p


11. saya menyadari bahwa selama perjalanan masih banyak, luas akan bentangan sawah di Indonesia. Tetapi, kok masih banyak rakyat Indonesia yang masih kelaparan dan harga beras masih mahal ya ? salah siapa coba?

* hadudu begitulah Indonesiaku


12. selama perjalanan ada mbak-mbak berkerudung biru (saya pun mengira saya kenal dengan dia) di seberang tempat saya duduk hampir selalu memperhatikan gerak-gerik saya. Enggak tau kenapa, tatapannya itu terkesan khawatir dengan saya (padahal saya anteng, g ngapa-ngapain, bukan pencopet juga, hadudu). Tapi, terkadang mbaknya juga tersenyum simpul(enggak gila kan Anda mbak ? hiihihi)

* beneran aneh, tapi dia bersama masnya atau suaminya gitu. hahaha


13. rute stasiun yang terlewati (seingat saya) punya arti tersendiri yaitu Lempuyangan (lembu dari kayangan)-Wates (sejenis pepaya)-Kutuarjo (kutu punyanya mas arjo)-kebumen (manusia-manusia kebo)-karanganyar (soalnya baru)-gombong (sifat buruk)-sampiuh (salah satu cara duduk)-kroya (salah satu jenis mie yang ada di iklan-iklan tipi gitu)- maos (membaca)- gandrungmangun (kalau gondrong itu keren)-sidareja (jadi sisa)- mluwung (pekerjaannya pemulung)- ciamis (air amis)-cileduy (air leduy)- tasik (ungkapan bahagia seperti “Hore, tasik banget acaranya !)- warung bandrek (warung membobol lubang kunci)- kiaracondong (ini lagi, stasiun yang kasar, kiaraCONTONG, hehehe)

* haduh, maksa banget ya ? hihihi yoben


Sesampainya di Bandung yakni pukul 22.37 (tumben ni, ekonomi on time), kami (aku dan jegu) langsung menuju kosnya di daerah dayuh kolot (mendayung goblok). Hehehe selesai hari ini. Capek…….alergi dengan namanya duduk, wakakak


Begitulah perjalanan hari pertama saya, berikutnya nyusul ya………..still in process ni, hohoho ^^a

libur pun datang...

Well, akhirnya aku nulis juga note tentang liburan, sebenarnya sih biasa-biasa aja, Cuma pengen cerita aja bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan (*nah lo, error lagi).

Pengen cerita aja sih ternyata banyak hal menarik yang terjadi selama perjalanan liburan saya kali ini. Namanya juga manusia, pengennya berencana terus (bukan Keluarga Berencana lho), dimulai dari tour d’suramadu, ikutan Indonesia Idol, kumpul bareng angkatan SMA, ikut ngerayah grebeg maulud, rombak habis-habisan isi kamar, buka praktek sunat, nyediain jasa sedot WC, atau bahkan kuras septic tank.
Okelah yang 3 hal terakhir emang lebay, tapi rencana yang lainnya pun memiliki nasib yang berbeda-beda. Yang akhirnya gagal saya jalani adalah 2 hal pertama yang saya sebutkan (tour d’suramadu, ikutan Indonesia Idol)


Well, Berikut adalah daftar (what the) fun fact liburan per harian saya :



20 Januari 2010

Huaaahhhhhhhhhhh……(sumpah bau MULUTnya wangi…..,wangi tempat sampah kali, haha) aku bangun dengan badan yang cukup berat (Cuma 55kg sih), semalam aku main ke rumah teman SMA ku, ngejarah buku-buku dia yang baru sama nebeng update status, hehehe. Hari ini lebih banyak kuhabiskan di rumah sih, karena permintaan sang ibunda permaisuri yang bergelar “Mamak kula ingkang radi lemu sanget umpami dhahar saged telas kathah”. Yang tak lain adalah mamak saya tercinta yang sangat berharap agar aku membersihkan rumah (baca: kerja rodi-red.). Okelah inilah hal yang akhirnya saya lakukan :


1. Membersihkan kaca seluruh rumah
Padahal kalau tahu jumlah kaca di penjuru rumah saya, wuidi……..banyak banget. Lebih dari 50an ruas kaca ada di rumah saya. Dimulai dari kaca jendela, kaca dekat pintu, kaca tembus kamar mandi, kaca ventilasi, kaca mata mamak saya, kaca mata bapak saya, kaca televisi, kaca hp adek saya, kaca spion motor saya, huaaaa……….pokoknya banyak banget deh. Huhuhuhu

Padahal tiap kaca itu hampir selalu penuh dengan deburan debu yang mampu menyelimuti kaca tersebut setebal 2 meter *huhu lebay. Entah itu bercampur sama eek nyamuk, pipisnya lalat, dan bahkan muntahan tetangga saya. Hadudu kotor banget……… ^^a


2. Memoles motor
Ini pekerjaan yang g melelahkan sih, Cuma perlu agak detail gitu biar hasilnya maksimal. Standar aja sih cara melakukannya (g perlu saya certain ya, biasa aja kok, Cuma waktu saya moles motor ini saya sambil nyanyi-nyanti gitu deh, dan entah kenapa kaca-kaca yang barusan saya bersihin tiba-tiba hancur berkeping-keping karena mendengar suara falsetto yang mengalun merdu nan menghancurkan apapun. Wakaakk.
Terus entah kenapa tiba-tiba di luar rumah saya sudah berkumpul para tetangga saya yang berdemo meminta saya untuk DIAM !!! USIR SAJA FREDO KALAU MASIH NYANYI!!! BUNGKAM MULUTNYA ! GANTI WAJAHNYA !)

*oke, semua yang ada di dalam kurung barusan adalah hasil imajinasi saya, jadi beneran garing kok moles motor itu, hahaha :D


3. Mengepel
Huh, pekerjaan yang paling melelahkan adalah ini. Ya, ini adalah pekerjaan yang paling melelahkan dibanding itu dan itu. Karena ini adalah puncak dari itu-itu yang ada diantara beragam ini dan ini (*apa sih maksudnya, haduh !). Mengepel juga pekerjaan yang paling kotor dan menjijikkan (misalnya aja kalau kamu langsung pake tangan atau malah pake lidah, sumpah ! itu menjijikkan banget kalau ngepel pake lidah, apalagi yang dipel bukan Cuma ruangan dalam rumah, tapi juga WC-WC umum kayak di stasiun, terminal atau di dalam kereta, huuueeeeeeeekkkkkk…..jorok banget !) hahaha :D

Waktu aku ngepel sih lancer-lancar aja, tapi ternyata alat pel yang saya gunakan dah mulai rusak ni, jadi setiap kali mengepel itu hampir selalu meninggalkan curahan air yang jumlahnya cukup banyak. Wah, bener-bener banyak airnya, jadi saya malah semakin memperburuk kondisi lantai rumah saya, yang seharusnya kering dan wangi. Eh, sekarang malah menggenang setinggi 3mm (*emang ngitung?), hadudu g tau deh diapain. Dan satu-satunya jalan keluar adalah tidak peduli dan terus melanjutkan ngepelnya. (ntar juga kering sendiri, ya gak ?) Hahaha :p


4. Mengosek kamar mandi, Mengecat rumah, Ganti Genteng, Nguras Septic Tank, bangun ruang bawah tanah, dll

*Well, daftar job di nomer 4 ini adalah job yang tersisa, kata mamak saya tercinta, saya g boleh nyelesein ini semua dalam 1 hari. Kata beliau sih, ntar saya g punya job lagi dan pasti pergi maen-maen (huh, curang !)


Eh, tapi kok lama-lama saya jadi merasa menjadi seorang tukang ya, wakakaak, apalagi seperti Nguras Septic Tank, bangun ruang bawah tanah itu kan saya belum punya ilmunya, hadududu ^^a



Okelah kalau begitu, job kebersihan tadi saya selesaikan dari pagi sampai adzan dzuhur. Setelah dzuhur saya mendapat imbalan berupa sepiring nasi putih hangat dengan bulir-bulir nasi yang masih merekah menyiratkan aroma cinta yang mampu menyengat lidah para penikmatnya, ditambah dengan sayur lodeh hangat dengan aroma kaldu yang dapat menjadi candu bagi para asam lambung yang telah menunggu, lengkap dengan tempe hangat yang makkrenyeez nan nikmat.

* kalau makan g usah diceritain ya, soalnya g keliatan prosesnya waktu makan, tau-tau habis deh makanan di atas piring tadi. wakaakak dasar REOG ! :D



Setelah makan, saya kemudian bersiap menuju Surat Kabar Harian “Kedaulatan Rakyat” (Surat Kabar yang kata orang-orang beritanya bohong semua, karena yang Sungguh-Sungguh Terjadi Cuma sekolom kecil di pojok kanan bawah dari halaman depan, bener kan ? pisss…….^^a). Saya ke sana juga pengen ngirim Sungguh-Sungguh Terlalu eh Terjadi. Mau tau isinya ? simak kalimat berikut :

“ Ketika saya sedang mengetik data para lansia di RW saya, ternyata saya menemukan keunikan yang cukup menakjubkan. Yaitu adanya kesamaan tanggal lahir yang dimiliki oleh para lansia yakni tanggal 31 Desember. Dari 56 orang lansia yang ada, sekitar 22 orang lansia memiliki tanggal lahir tersebut. Mungkin ini adalah jumlah lansia terbanyak yang memiliki tanggal lahir yang sama dalam 1 RW. Ada RW lain yang bisa menyaingi ? “



Nah, sampai hari ini tulisan saya itu kok belum dimuat ya, daripada kelamaan nunggu, mending saya muat aja di sini, kan bisa langsung dibaca. Betul ? betul.betul.betul (*upin ipin mode on). Oh iya, mungkin SST di atas bisa ditambahkan dalam keunikan kampung saya yang lain (note saya sebelumnya). Hahaha

Sore harinya saya maen ke SMA (tercinta saya) 3 Yogyakarta, karena katanya hari ini ada rapat IKAL (IKatan ALumni) PD Padz, guna membahas kelanjutan RUUK Keistimewaan DI Yogyakarta yang masih saja belum selesai (*nah lo, nglantur lagi). Katanya sih IKAL ini mau membahas tentang makrab-pelantikan anak PD 66,67 (waw, serius banget ni). Agenda yang persiapannya (sangat) mepet (banget) ini, langsung menghasilkan bentuk acara, susunan panitia, perlengkapan hanya dalam waktu 30-an menit.
Begitu selesai, tanpa banyak di evaluas langsung dipresentasikan ke anak-anak peserta acara ini. (jan ngawur tenan og). Terus ketika presentasi, begitu muncul ide (tugas) baru, langsung aja kita presentasikan ke anak-anak tanpa banyak ba bi bu, tapi da di du. *halah.


Udahlah sampai maghrib ini aja ceritanya, dah 4 halaman e, takutnya malah bikin kolom curhat di sini. Hahaha



21 Januari 2010
Ngerjain tugas IUT dari jam 9 nyampe asar, terus survey ke daerah Pakem untuk tempat makrab (bagus juga tempatnya, ada sawahnya, ada kali buat berbasah-basah , nyaman, dan yang terpenting BANYAK MAKANAN ! *makasih elsa, hahahaha). Hari ini aku (bersama jegu tentunya) menjadi designer untuk persembahan kepada mas redi. Well, bagus kok. *emang kita keren og jek !, hahaha :D


*kontradiktif banget ya antara tgl 20 sama 21?
ya beginilah adanya...
hehehe

selamat menikmati !
nantikan kisah berikutnya ya :D

Kamis, 20 Januari 2011

ayah...

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.



Lalu bagaimana dengan Papa?



Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?



Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?



Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......



Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.



Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.



Ketika kamu sudah beranjak remaja....



Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..



Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?



Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?



Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"



Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa



Ketika kamu menjadi gadis dewasa....



Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.



Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.



Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?



Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"



Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.



Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."



Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....



Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


HIDUP PAPA,AYAH,BAPAK,

terima kasih untuk penulis notes ini, anda membuat kami sadar akan pentingnya seorang ayah

Kampung Hebat...

Libur telah tiba….libur telah tiba………hati…..ku gembira (lagunya tasya waktu masih imut, sekarang tasya dah g imut lagi, dah tau pacaran soalnya *lah, malah curhat), wahaahaha. Well, aku baru liburan ni, setelah berkutat dengan 3 minggu ujian yang system penjadwalannya aneh banget (padahal kalau dimampatin jadi 1 minggu bisa lho, apalagi dipadetin 1 hari juga bisa……, bisa mati dengan mulut ternganga maksudnya, hadudu pusing……!!!).

Sebelum gue (gue bolu, gue tart, atau pesen gue apa mas?, nah lo?) bercerita tentang 1 minggu liburanku yang lumayan menantang ini, aku mau pamer dulu ni tentang keistimewaan (baca: kebobrokan-red.) kampung saya yang aneh nan ajaib ini. Kampungku ini terletak di perbatasan antara kota Yogya dan Kabupaten Sleman (bukan di tengah jalan atau di tengah sungai lho), yang bernama Bangunrejo, Kricak. Secara astronomis sih terletak di 8o 147” LS dan 111o 58” BT (*NGASAL alias NGAWIR BANGET ni!!). wakaakak…

Berikut adalah daftar (what the) fun fact kampung saya :

1.pada dekade tahun 80-90an, kampungku pernah masuk daftar hitam sebagai kampung teranarkis se-Yogyakarta dan bahkan termasuk black area versi Mabes Polri

* g bisa dibanggain tau, hahaha ngeri ah,


2.kalau di kampung lain sih jumlah warga yang berjenis kelamin pria dan wanita dapat diketahui dengan jelas dan mudah oleh para perangkat desa. Nah, kalau di sini ? Siang sama malam aja bisa terjadi perbuahan eh perubahan jumlah warga yang berjenis kelamin pria dan wanita secara signifikan. Padahal jumlah warganya tetap sama.

* nah lho, kalau g percaya selidiki aja, setelah isya kamu jalan-jalan aja setelah turunan dekat jembatan, kamu pasti bingung bedain orang dan mana yang bukan orang (wakakak bencong jug manusia tau ! ups, keceplosan deh ^^)


3.dulu sih kalau g salah waktu aku masih SD (lulus SD juga lho saya ini, haha), pernah terjadi kasus ketika seorang perampok bank yang memegang senjata api kabur masuk kampungku. Nah, sontak heboh kan kampungku itu. Tapi berkat bapak-bapak nan berani dari kampungku itu, sang perampok bisa ditangkap hidup-hidup (padahal bawa senjata api lho, sekali lagi BAWA SENJATA API LHO)

* ahahaha, ada yang bisa dibanggain minimal 1 hal ini, wakaakak

Eh, tapi kalau g salah denger, waktu si perampok itu lari ke kampung saya, kondisinya mengenaskan lho. Katanya sih sang perampok udah ketembak duluan ma polisi, terus entah kenapa ada yang cerita kalau usus organ tunggal eh organ dalam perampok itu udah terburai keluar (hadududu……g tau ni bener atau g, tapi seru juga ngliatin usus terburai secara live, serasa nonton film SAW, wakakaka ^^a)


4.antara jam 6-8 pagi seluruh warga kami selalu bersiap atau istilah kerennya di atas api (on fire-red.) apabila mereka mendengar bunyi tiang telepon/listrik yang dipukul dengan batu. Karena suara itu berarti mobil sampah sedang mengunjungi kami dengan setia setiap hari. Nah, lucunya setiap kali peristiwa itu terjadi hampir seluruh warga kami ntah kenapa berlomba untuk cepet-cepetan memasukkan sampah ke dalam truk sampah. Hadududu aneh

*pengen iseng digebukin pagi-pagi ? datang aja ke kampungku dan pukullah dengan keras tiang listrik/telepon pada pukul 6-8 pagi. Niscaya Anda pulang ke rumah dalam kondisi babak belur. Wakakaak


5.oh iya kalau lagi maen ke kampungku siap-siap tutup hidung apabila melewati rumah tetanggaku yang ada anak kecilnya ya, karena apa, karena anak-anak kecil di sini sering banget pipis di depan rumah, huhuhu. Untung aja ortu-nya g ikut pipis di situ, kalo iya, wah ! pasti malah jadi nonton bersama tu, wakaakak

* di rumahku engga lho, harum, bersih, rapi, kan ada anak rajin di rumah ini, yang selalu dibayar dengan sepiring nasi dengan sayur gori dan tempe goreng plus sambal dengan campuran krupuk yang mampu menarik minat syaraf-syaraf indera perasa di reseptor lidah. Yummy ! haha (nah lo, ngiler)


6.masih ingat dengan cerita kite runner ? nah, kampungku ini termasuk eksportir kite runner di belahan daerah kota Yogyakarta. Kamu semua bisa nemuin anak-anak buahku *ih, sok* yang berserakan di seluruh penjuru kota bahkan masuk Sleman, hanya untuk mengejar cewek eh layang-layang.

* tapi di kampungku juga seru lho, langit kampungku hampir selalu semarak dengan banyak layang-layang setiap kali musim layang-layang. Bahkan terkadang, di musim hujan kayak gini, ada aja yang mengundhuh layang-layang padahal gerimis gitu. Ahahaha aneh :D


7.sisa-sisa sifat anarki di kampungku itu masih tersisa di benak ABG ABG kampungku lho. Hanya gara-gara petasan, ABG ABG dari 2 RT kampungku itu masih berselisih sampai sekarang lho. Sampe-sampe mereka juga main coret-coret kayak geng-geng (cupu) anak-anak SMA gitu. Tapi mereka nyoretnya adalah angka-angka RT musuh mereka gitu. Mereka nulis RT musuh mereka kemudian dia coret sendiri. Hadudududu aneh-aneh aja ^^a

* di tembok samping rumahku adalah saksinya, “beruntungnya” aku adalah warga yang termasuk RT perbatasan dari 2 RT yang beselisih tadi. hadududu kayak peribahasa, “Gajah berselisih dengan gajah, AFGAN mati (kegantengan) di tengah-tengah”. huhuhuhu


8.dulu waktu kampanye RW juga seru kayak DPR yang lagi bahas kasus Bank Century gitu. Pake acara misuh-misuhan (terjemahan cuci-mencuci-red.) antara pendukung tiap kandidat. Padahal kandidat-kandidatnya aja pada kalem-kalem lho (apalagi bapak tercinta saya, *narsis bapak sendiri)

* pokoknya 1 hari (sial) pemilihan itu seru banget deh, aku aja mpe g ada di kampung (ya iyalah kan masih jadi anak SMA *g nyambung, biarin, haha)


9.pengajian adalah hal yang mewah di kampung kami
* g ada penjelasan, :p



Bapi para tetangga saya jangan marah atau dendam ya, maaf ya jika bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya sangat cintai…….anaknya (hahaha) terlibat dalam penyusunan notes ini, gpp kali pak, buk itung-itung jadi bahan gunjingan teman-teman saya di dunia maya ini. Wakaakak
*doakan saya teman-teman, semoga setelah menulis notes ini saya masih dalam kondisi sehat walafiat. Amin ^^ (takut dicegat di jalan trus digebukin ma tetangga ni gara-gara belum bayar waktu makan mie ayam *lho?)



My third task on 2010
25th of January, 20.00-22.15
(agak lama bikinnya, sambil sms soalnya)
keren kan ngetiknya, 1 tangan pegang hp, 1 tangan ngetik, repot banget, wakakaak

Senin, 17 Januari 2011

life story, hihihi :D

Hallow……(bukan merk susu ya ? haha ^^a), kembali saya akan bercerita. Pada kesempatan kali ini, tidak ada lagi istilah iseng dengan sengaja seperti halnya mencoba fasilitas GMC itu. Cuma hal ini sih sebenarnya terjadi karena ketidaksengajaan mamak saya.

Waktu itu kan saya sedang membantu mamak saya beres-beres rumah (wuidi……..biar disebut anak soleh dong, seperti lagunya, “aku anak soleh, rajin solat, rajin ngaji, orang tua dihormati….”bukan hanya waktu upacara, lho ?). Nah, tiba-tiba, suddenly, mak mbedhudhut, mak jegadhul* (*subtitle bisa di download secara gratis di apotek terdekat-red.), beliau menemukan foto kecil saya yang ternyata JUJUR, SUMPAH, SWEAR ! itu foto saya ketika saya masih ganteng banget, dengan aksesoris pipi nan mulus tanpa jeglongan atau bahkan polisi tidur sekalipun, balutan rambut lurus klimis, wajah chubby binti montok. Pokoknya foto itu membuat sebagian besar orang normal pasti akan mengatakan itu bukanlah foto saya. (saya aja tercengang sampai mengeceskan ludah, haha).

Tapi biasalah, hal seperti ini tidak akan membuat saya merasa terejek atau tersinggung, marah, kesal sampai menggerogoti piring-piring tetangga. No Way !, itu hal biasa aja bagi saya, tapi masalahnya adalah berikutnya yaitu ketika mamak saya lantas bercerita tentang masa SD saya yang menurut saya hal itu tidak pernah saya lakukan.

Inilah daftar (What the) funny fact-nya versi mamak saya :

1. Saya sering berkelahi dengan anak tetangga sampai kelas 5 SD
(mungkin hal tersebut membuat popularitas bapak saya yang sedang mencalonkan diri menjadi ketua RW turun drastis. Dari popuritas 76%, anjlok jauh menjadi 54%) * haha g ding, data barusan kayaknya saya buat-buat deh, tapi beneran waktu itu bapak saya masih menjadi calon ketua RW, haha ^^

2. Saya pernah beradu kaki dengan anak tetangga yang umurnya 3 tahun di bawah saya hingga kaki anak tersebut menjadi biru lebam.
(sampai-sampai waktu itu saya g berani lewat di depan rumah anak itu, takutnya saya ditantang bapaknya untuk beradu kaki), hadududu…….

3. Saya pernah berkelahi dengan teman SD yang namanya NAWAN (nama yang unik, dibaca dari belakang tetap aja NAWAN, wakakak ^^) sampai-sampai anak ini takut berangkat sekolah hingga melaporkan kasus ini kepada ibunya. Lantas, ibunya menemui mamak saya dan beralih memarahi saya
(inilah cerita yang masih ragu akan kebenarannya, hadudu kayaknya g banget deh)

4. Saya pernah memukul mata seorang anak tetangga saya hingga matanya memerah hampir mengeluarkan darah.
(padahal anak ini kata mamak saya, jauh lebih besar daripada saya lho. Saya sendiri juga heran kok saya ya ngawir (singkatan ‘ngawur sekali’) banget ya? Hadudu. Gara-gara hal ini, mamak saya memberikan ganti rugi agar sang anak dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Hadudududu maaf)

5. kemudian mamak saya juga bercerita kalau kata simbah uti saya yang juga pernah menyaksikan saya sedang berduel dengan anak tetangga nenek saya. Lagi-lagi anak yang sedang saya hadapi memiliki postur tubuh yang lebih besar dan atletis (emang anak kecil dah kebentuk ya?) daripada saya.
(nah, perkelahian ini saya selesaikan lagi-lagi dengan menyerang mata kemudian saya jegal anak tersebut hingga tersungkur). Is that true ? hadududu…..


Nah, itulah cerita versi mamak dan sedikit cuplikan kisah dari nenek saya yang direkam dan diceritakan dengan baik oleh mamak saya. Lantas, saya bingung, dan bertanya, “masa’ sih saya iya melakukan itu? Hadududu…”. Karena setahu saya, selama SD, saya itu menjadi anak pendiam, rajin belajar, rajin ngaji (nyampe lebih dari 7th saya ikut TPA lho), santun, selalu tersenyum manis, dll. Pokoknya yang baik-baik deh.

Oleh karena itu, saya akan meminta pendapat teman-teman semua tentang kebenaran fakta tersebut terutama teman-teman SD tercinta saya. Ada enggar,wahid, sandy, rudi, hesti, dll. Maka dari itu, saya juga akan mengeluarkan “buku putih” *sok-sokan banget ni* versi saya. Hahaha. Berikut adalah daftar (what the) fun fact saya :

1. okelah saya memang cukup sering berkelahi, tapi setahu saya, saya terakhir berkelahi waktu SD adalah ketika kelas 6 SD bukan 5 SD. (gubrak!). Dan waktu itu, memang bapak saya adalah calon ketua RW, akan tapi beliau tidak jadi ikut dalam pemilihan karena beliau tidak mau berkampanye. Hahaha ^^

2. saya memang pernah beradu kaki dengan anak itu hingga kakinya lebam. Tapi hal tersebut saya lakukan karena demi mempertahankan harga diri saya sebagai seorang kite runner. Dan anak yang saya hadapi 4-5 tahun lebih muda daripada saya, bukan 3 tahun seperti yang mamak saya ceritakan. *gubrak lagi

(ceritanya begini : waktu itu saya menang adu lari dalam mengejar layang-layang dengan anak itu, biasalah perlu ada password “candhak e” sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain kalau layang-layang tersebut telah diklaim oleh sang pemegang pertama. Nah, masalahnya sebelum saya mengucapkan kata itu, anak itu sudah mengklaim layang-layang itu terlebih dahulu. Nah, akhirnya terjadilah perang mulut dan bahkan menyebabkan terjadinya perang dunia III, hehe lebay ^^)

3. sekedar info, saya dulu adalah salah seorang kite runner terbaik se-kampung saya. Dengan fisik yang ramping nan irit, hal ini mengakibatkan saya mampu berlari secepat kuda lumping *lah?, berlari gesit menelusuri lorong dan gang-gang sempit kampung saya. Ditopang dengan mata elang pencari layang-layang putus dan lompatan minimal setinggi 70 cm. Nah, kemampuan khusus saya adalah perkiraaan tepat dimana dan kapan layang-layang tersebut akan jatuh. (fakta lho ini ^^)

4. saya ragu dengan cerita tentang NAWAN dan tetangga saya itu, kayaknya saya dulu baik-baik aja deh sama NAWAN dan tetangga itu. Lha orangnya gendut dan tinggi, masak saya yang berbadan ramping nan irit ini mampu melawannya. Hadududu iya kan ? ^O^

5. nah, ini juga, kalau g salah, orang yang saya lawan waktu di rumah simbah uti saya itu adalah teman TK saya lho. Masak iya saya tega melawan teman sendiri. Saya kan menganggap teman saya adalah saudara saya. Huhuhu

6. sekedar info lagi, fakta ini untuk memperkuat kalau saya ini adalah anak baik-baik yang rajin solat, rajin ngaji (TPA aja lebih dari 7 tahun) adalah selama SD, saya adalah pemegang puncak klasemen ranking 1 di SD saya selama 6 tahun berturut-turut. Hal ini kan menunjukkan kalau saya waktu SD masih menjadi akademisi yang mementingkan ranking 1 daripada prestasi olahraga ataupun gelar seorang jagoan yang ditakuti teman sebaya kan ? hadududu…… Lagipula waktu SD saya dulu, saya adalah anak yang rumahnya paling jauh diantara teman-teman lain yang notabene adalah warga local Kraton. Masak iya saya berani melawan penduduk local.


Well. Well. Well. Itulah secuil kisah saya waktu SD, nah tolong teman-teman baca dan pahami dengan seksama. Tolong dukung saya bahwa saya ini adalah anak baik-baik ya. Kehormatan dan harga diri bangsa Indonesia tidak akan saya biarkan diinjak-injak oleh bangsa lain, Hidup Rakyat Indonesia !!! Hidup…! *hadudu nglantur.

Gunakan hati nurani Anda, dan dukunglah saya yang baik ini………..
Huhuhu ^^


My second task on 2010
I5th of January, 20.14-21.01

devil says like this...

oke ini mgkn udah banyak yang denger ceritanya, tp cm sebagai pengingat aja. benar-benar seram, setelah instrospeksi diri, jujur aja aku bener2 payah, bs dibilang aku jg termasuk temennya iblis :( Astaghfirullah, ayo pada tobat.. tobat.. :(((


Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW

(dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)



Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”



Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”


“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)



Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”


“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”


“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”


“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”


“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”


“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”



Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”


“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”


“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”


“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”


“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”



Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. "

"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "

"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”



Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”



Cara Iblis Menggoda

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”



10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,

“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,

“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 - 119)

juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.

Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.



Copy paste http://apakabardunia.com/post/religi-islam/saat-iblis-bertamu-kepada-rasullah-saw
(itu sih kata adek kelas saya yang bernama dea) :p
hohoho

monggo yg laen di tag...

Jumat, 14 Januari 2011

operation oh operation...

Hehehe, saya datang kembali untuk berbagi kisah
Wakakaak


Sebenarnya sih saya Cuma mau menjelaskan tentang “Cinta eh Operasi pertama dan terakhirku” (semoga saya g pernah kena penyakit aneh-aneh lagi, dan tetap sehat walafiat hingga puluhan ataupun ratusan tahun ke depan), amin. Hahaha.

Kejadian ini dimulai waktu tanggal 7 Desember 2009, saat itu saya iseng melewati GMC (Gama Medical Centre), nah, entah kenapa saya pengen mencoba menggunakan fasilitas (gratisan) kesehatan UGM tersebut.

Lantas, saya berpikir sejenak, saya punya sakit apa ya (karena alhamdullilah sebenarnya waktu itu saya sehat walafiat), kemudian saya cek seluruh tubuh saya dan kemudian baru teringat kalau saya punya sedikit benjolan di bibir bawah sebelah kanan yang dari dulu saya pikir itu adalah sariawan yang sedikit ngeyel.

Okelah kalau begitu, dengan langkah tegap maju jalan, yang dilanjutkan langkah biasa, dengan bermodalkan benjolan di bibir dan semangat untuk memakai fasilitas gratisan (hehehe ^^a), saya pun menuju ke GMC, antri sejenak, nama saya pun akhirnya dipanggil untuk memasuki ruang EKSEKUSI (weleh, apa jal ?). dan akhirnya saya bertemu sang dokter dan beliau langsung bertanya :

DOKTER (D) : “selamat siang mas, apa keluhannya ?” (dengan senyum simpul ala dokter, *gubrak ! beliau kan emang dokter* )

Saya = DODO (D juga) : “siang dok, sebenarnya sih saya g punya keluhan (dengan wajah polos, haha). Cuma mau Tanya ni dok, kok di bibir saya ada benjolan kecil ya ? “

(D) : (dengan tanpa bilang permisi langsung mendowerkan bibir saya, wakaakak ^^a dan mengecek, menyenteri benjolan itu dengan seksama), “oh ini namanya mucocele, mas ! “

(D juga) : “apa itu dok ? “(bertanya sok pengen ngerti)
(D) : “itu TUMOR mas “(dengan tampang tanpa dosa, haduh)
(D juga) : (Jeggggleeeeeeeeeeerrrrr…….!!! Serasa disengat belalai gajah *emang bisa ?), “yakin dok ? “
(D) : “iya mas, tapi Cuma tumor jinak kok.”

(D juga) : “oh begitu…….(sedikit melepas kentut eh napas dan sedikit merasa tenang). Lantas untuk penyembuhannya gimana dok ? “
(D) : ya harus operasi. (dengan tampang tanpa dosa lagi)
(D juga) : (Jeggggleeeeeeeeeeerrrrr……. Untuk kedua kalinya!!! Kali ini bukan disengat belalai gajah, tapi karena kaki saya terinjak kaki dokternya, hadudu).
“ ehm, g bisa dengan obat jalan gitu dok ?

(D) : ya…untuk aman dan cepatnya operasi aja. Toh, ini juga operasi kecil kok.
(D juga) : bius local dok ?
(D) : iya (dengan tampang tanpa dosa untuk ketiga kalinya

(D juga) : (Jeggggleeeeeeeeeeerrrrr……. Untuk ketiga kalinya!!! Karena dalam benak saya, operasi itu adalah bedah-membedah yang memakai pisau yang gede-gede itu adalah hal mengerikan, apalagi ini hanya menggunakan bius local, ini berarti saya berada dalam kondisi sadar ketika operasi berlangsung. Lantas, hal yang teringat adalah ketika saya sunatan masal dan saya mendapat undian maju nomor satu *lah ? njuk ngopo ?)
“Gpp kan dok ? kira-kira berapa lama ya ? “

(D) : “gpp kok, paling 20-30 menit. Ini surat rujukannnya ke Rumah sakir KG UGM ya,
(D juga) : “oh bentar ya, oke makasih dok, hehehe (senyum karena masih terngiang-ngiang dengan wajah dokternya waktu bilang ITU TUMOR, MAS)” hahaha



Singkat cerita, saya langsung pulang ke rumah dan bernegosiasi dengan orang tua saya, Lantas pada tanggal 9 Desember 2009, saya menuju rumah sakit itu, namun karena sudah sore, pelayanan untuk operasi pun baru bisa dilangsungkan hari berikutnya. Kemudian keesokan harinya, 10 Desember 2009 kira-kira jam 10, saya bersama prapto (nama bapaknya sebenarnya) berkesempatan menemani saya untuk operasi. Dan………


Ehm, karena cerita di sini sangat panjang, saya Cuma menceritakan (what the) fun fact-nya aja ya, lha panjang tenan e ceritanya, wakakak, ini dia :


1.operasi baru saya jalani pukul 12.20, padahal dokternya janjian ma saya jam 10
(keburu mecothot ni benjolanku, hahaha)

2.durasi operasi berjalan sangat lama, bayangkan saja dari jam 12.18 sampai 13.50
(itulah akibatnya kalau operasi murah, Cuma yang saya sesalkan adalah kenapa saya harus nDOWER selama lebih dari 90 menit *berasa maen sepakbola, itu aja dah ditambah injury time 2 menit, hadudu)

3.dokter yang menangani saya adalah seorang co.ass, bukan dokter senior
(nah, itu mungkin menjelaskan kenapa operasinya lama, tapi gpp karena dokternya lucu, hehehe)

4.berdasarkan keterangan dokter yang ada di sekitar saya, kasus benjolan saya ini adalah kasus yang baru. Dan akibatnya terjadilah kuliah umum ketika saya dioperasi, karena sang dokter senior menjelaskan secara detail benjolan saya ini kepada para co.ass yang mengerubungi saya. Kalau tak salah, ada sekitar 12-15 orang yang ada di sekitar saya.
(saya juga jadi kesulitan nafas ni, hehe)

5.berhubung benjolan saya itu dikategorikan kasus baru dan harus didokumentasikan proses operasi dan tumornya (kata dokternya sih untuk bahan kuliah gitu), selama operasi saya menjadi merasa seorang artis ternama karena saya terus dipotret berulang-ulang dan direkam melulu.
(lumayan nampang waktu kuliah anak KG, wakakak)

6.biaya operasinya murah sekali, sekitar Rp 42.000.
(biaya sebenarnya sih Rp 190.000an, tapi karena saya memakai GMC, dipotong 75 % deh, alhamdullilah ^o^)

7.obat yang saya harus saya minum ada 3 macam, salah satunya amoxilin yang terkenal dengan “kemanisan” rasanya

8.saya musti memeriksakan benjolan yang sudah dikeluarkan tadi (yang diameternya 1 cm) itu ke laboratorium patology dan anatomi miliknya KU
(sebenarnya sih yang jadi masalah adalah biaya labnya, masak Cuma ngecek benjolan kayak gajih itu aja bayar Rp 150.000 dan itu g bole pake kartu GMC, *gubrak !, hadudu) (tapi saya tidak menyerah dan berhasil mengenyang hingga Rp 100.000, hahaha lumayan)

9.oh iya, tadi dibilangin dokternya tidak boleh makan nasi dulu, g bole yang keras-keras, g bole minum yang panas, dll.
(tapi saya lupa, malamnya saya makan nasi putih dengan serundeng dan daging sapi yang lumayan alot, wakaakak bisa dibayangkan rasanya)

10.setelah insyaf, saya makan bubur selama 3 hari berturut-turut.
(itu cukup menyiksa saya, hadudu)

11.selama masa penyembuhan, saya menjadi orang pendiam, kalau omong jadi aneh, jarang lagi mengalunkan suara perak saya, pokoknya lucu. Hahaha

12.saya masih sempat latihan fisik untuk PD, mengikuti fieldtrip geologi, acara BEM di pantai.
(haduh, g enak banget rasanya, huhuhu)

13.oh iya, selama masa penyembuhan saya jadi punya mainan baru di mulut saya, yaitu benang jahit yang terglawir-glawir diantara sela-sela gigi saya. Hadudu

14.waktu melepaskan benang jahit pada tanggal 17 Desember 2009, saya menganggap kalau hal ini akan dilakukan berjam-jam seperti waktu operasi. Oleh karena itu, saya sudah menyiapkan segenap jiwa dan raga saya untuk menghadapainya. Eh, tapi dalam kenyataannya, pelepasan benang jahit hanya selama 2-3 menit.
(bandingkan dengan operasinya, sangat timpang. 3 : 90 menit, )




Well.well.well., itulah cerita saya, jangan sampai penyakit ini menjangkiti Anda ya, hahaha. Doakan saya tetap sehat dan siap menelurkan karya-karya lainnya. Amin :D

what a strange society...

Sedikit cerita dari hiruk pikuknya idul adha nan menggembirakan
Hehehe


As usual dengan perayaan idul adha sebelumnya, ritual pada tahun ini pun dimulai dengan berpuasa arafah sehari sebelum “D-day”, hohoho.

Namun, tak seperti biasanya, pada malam tanggal 9 dzulhijah itu pun, kami anak geologi masih berusaha menyempatkan diri untuk menyegarkan sedikit pikiran kami dengan cara futsal bersama. Acara yang dikomandoi dodo dan tigor ini pun dimulai dengan tepat pukul 22.00 malam, sebuah penempatan waktu yang menurut saya sudah cukup larut untuk sebuah permainan futsal. Tapi, apa boleh buat, itulah kami, itulah geologi, mungkin hanya itulah waktu yang paling tepat untuk kami berkumpul bersama, meluapkan sejenak rutinitas tugas, kuliah yang mengisi hari-hari penuh petualangan kami. Hehehe, singkat cerita acara futsal berakhir jam 12an malam. Itu artinya waktu pada malam itu sudah memasuki tanggal 9 dzulhijjah, yang berarti itulah waktu bagi kami untuk berpuasa.



Puasa 9 dzulhijjah pun dijalani dengan penuh tantangan………..
Aku pun bangun jam 3.30 WIB dalam kondisi setengah sadar karena kelelahan futsal yang sangat, mengambil piring, nasi lalu makan pun dilalui tanpa konsentrasi seperti biasa, hanya asal “hap, lalu dimakan” nasi itu pun habis, sedikit meminum air lantas terkapar lagi, huhuhuuhu, dan……


TAK ADA CERITA ;p



12 jam kemudian,

Allahu akbar…….allahu akbar……….allahu akbar, laila haillallah huallahu akbar, Allahu akbar, walillallah ilham, lantunan menghanyutkan takbir menyentak hatiku pada maghrib tanggal 9 dzulhijjah, sudah lama aku merindukan momen agung ini, sebuah perayaan idul raya besar, yang juga dinanti-nantikan jutaan umat Islam di dunia ini. Lantas, aku berbegas untuk bersiap-siap menyambut Isya dengan harapan akan ada takbiran keliling bersama kampung Bangunrejo yang sangat ku cintai ini.

Namun sial, ternyata, mungkin karena waktu itu hampir hujan dan tak memungkinkan untuk takbir keliling, kami warga Bangunrejo hanya berada di dalam masjid. Bersahut-sahutan mengucap, memuji, meresapi asma-Nya Yang Maha Besar.
10 Dzulhijjah pun dimulai, solat dengan cukup khusyuk dan it’s d’time to kill !
Hohohohoho


Di sinilah kebodohan-kebodohan terjadi, ^^

Aku datang…………tapi ternyata aku sudah melewatkan sesi sapi karena ku kira acara penyembelihan belum dimulai (huh ! gara-gara tempat nyembelihnya pindah, aku g denger jadwal penyembelihannya).
Apa boleh buat, saya hanya mendapatkan sesi kambing ! (ada yang merasa terpanggil ? hahaha), Sekali gores, maka matilah ! itulah ketidakseruan ketika menyembelih kambing, tidak adanya acara bergulat seperti ketika dengan sapi, ya sudahlah, kambing yang sudah disembelih pun diletakkan begitu saja, Lantas aku dipanggil untuk memindahkan kambing itu ke atas tali untuk digantungkan. Dengan semangat 45…678, aku mengangkat kambing itu dengan tenaga super (aku menyangka berat kambing sekitar 50an kg ke atas, ternyata CUMA 30an) dan terjadilah….

(Berikut adalah kebodohan / FUN FACT yang terjadi seiring berjalannya waktu)

1.Croooooottttt ! Isi kerongkongan kambing yang berwarna hijau pekat dan bearoma rumput itu pun bercucuran menyeruak mengenai kakiku dan para tetanggaku, hujan MISUH pun tak terhindarkan, semua pun tertawa tanpa terkecuali, wakakaak maaf pak,mas,dek wwakakaakk……

2.Ketika menguliti kambing jawa yang berwarna hitam, ada seorang bapak yang menyeletuk mengomentari tetanggaku yang sedang menguliti, “Awas lho wi, le nguliti aja kleru karo awake dhewe”
* NB : bapak-bapak yang nguliti kambing jawa itu memiliki kulit hitam legam nan eksotis, makanya tak heran jika bapak-bapak yang tadi mengejek suka sekali menggoda bapak tadi. hihihi

3.karena kekurangan pisau, tetanggaku pun mengeluarkan samurai, rencong, pisau makasar yang panjang dan gede itu, trus ada alat yang untuk memplamir, mengamplas tapi tajam banget (namanya lupa) yang dipunyainya, aneh bin ajaib, cara menguliti model baru ! hahaha

4.tidak adanya kapak atau bendo untuk memotong tulang yang keras TAK MEMBUAT warga kami kurang akal, salah satu tukang bakso kebanggaan kami pun hanya perlu satu dua gerakan dengan tangannya untuk mematahkan tulang itu dan KREEEKKK…patahlah.

HOW A BIG AND HORRIBLE POWER !

5.Proses pengumbahan atau pencucian jeroan pun dimulai dengan hujan gerimis yang memusingkan, hohho bingung ! Ada sedikit kekhawatiran dari para angkatan tua tentang adanya banjir di daerah sasaran cucian, hehehe. Namun, dasar angkatan muda, mereka beringsak untuk terus memaksa tetap mencuci jeroan di kali biasa. Dan dimulailah perjalanan menuju TKP, dengan sombongnya, kami memamerkan jeroan sapi dan kambing itu kepada setiap pengguna jalan.

*Mungkin aja perasaan para pengguna jalan kayak gini, ini ni pada ngapain to ?

6.Selama proses, dari tai, jeroan, darah, pipis,dll dari hewan tersebut di sterilkan dengan ketelitian yag buruk. Wakakaak, kenapa ? Karena kita kurang personel, alat, dan tingkat keuletan. Hehehe. Nah, jadilah hasil kumbahan yang lumayan berantakan. Hahaha

7.karena sudah mendengar adzan jumatan, kami pun pulang melewati jalan godean, di sepanjang jalan kenangan, kita lebih ekstrim daripada ketika berangkat. Kita teriak-teriak gitu, njuk menyapa setiap pengguna jalan. Tak peduli kenal atau g (meski banyakan g kenal) wakakaak.

8.Tadi sempat ada laporan kalau 4 personel kami yang menyusul menggunakan motor, ternyata mengalami kecelakaan dan tercebur selokan mataram.

Gubraaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk !!! what the strange accident !!! hihihi


9.sesampainya di dekat masjid, langsung saja kami mengambil makan siang kami, tanpa di komando dan arahan, semua memulai makan dengan waktu, kecepatan yang rata-rata atas. Hahaha :p



begitulah kisah di negeri nan luar biasa........Bangunrejo !!! :D