Senin, 19 Mei 2014

Teruntukmu adik-adikku yang lulus UN.. :)

         Besok pagi 20 Mei 2014, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-106, adik-adikku SMA di seluruh penjuru Indonesia akan menerima pengumuman kelulusan UN yang sejatinya akan dilaksanakan serentak di sekolah masing-masing. Harap-harap cemas, perasaan deg-degan tak ketulungan, biasa aja, atau malah acuh tak acuh, adalah beragam perasaan yang mungkin malam ini adik-adik rasakan. 

           Tenang saja, perasaan itu wajar, justeru itulah merupakan penanda bahwa teman-teman bekerja jujur ketika UN berlangsung. Bandingkan perasaan yang lebih tidak karuan yang dirasakan oleh teman-teman kalian yang mengerjakan UN menggunakan kunci yang pastinya salah karena entah dibeli dari pedagang loak di pinggir kali, atau mungkin teman kalian yang mencontek teman sampingnya, padahal sudah jelas kode soal mereka berbeda jauh adanya, ckckck..

          “UN hanyalah bagian kecil dari proses belajar ! Tak perlu dikhawatirkan teman…”

        Seperti quote diatas, memang benar adanya. UN hanyalah bagian kecil dari proses belajar teman-teman.. UN hanyalah sebuah ujian yang dibuat oleh pemerintah untuk dijadikan sebagai patokan pemerataan pendidikan di Indonesia. Memang, sistem UN ini hingga hari ini masih menimbulkan kontroversi dan masih juga bukan solusi yang terbaik sebagai sistem pendidikan di Negara yang begitu besar, begitu berkembang ini. Namun, kali ini kita tidak akan membahas tentang polemik UN itu sendiri. Sudah banyak yang membahasnya. Hari ini kita akan membahas hakikat belajar dan kelulusan..

           UN tidaklah semengerikan ujian yang memutuskan hidup dan mati kamu teman, sukses atau gagalnya kamu di masa depan, atau ganteng/cantik dan tidaknya kamu. Sungguh bukan. Bagi setiap insan, UN adalah bagian kecil dari proses belajar yang bagi teman-teman sekarang prosesnya disebut sekolah. Seperti kata orang bijak, proses belajar tidak hanya dikecap dari sekolah saja, bisa dari lingkungan rumah, masyarakat, Negara, atau bahkan dari teman-teman terdekat. Dan pada hakikatnya, justeru belajar di kehidupan nyata adalah proses belajar yang sesungguhnya. Banyak orang di luar sana yang nilai UN nya biasa-biasa saja juga akhirnya menjadi pimpinan perusahaan. Ada juga, yang nilai UN nya baik, tidak lantas menjadi orang terbaik di negeri ini. Tidak ada korelasinya antara UN dengan kesuksesan di masa datang. Jadi, tidak perlu kau risaukan hasil UN besok, asalkan kau kerjakan dengan jujur kawan …

                UN adalah gerbang ke pintu kelulusan. Dan kelulusan adalah akhir dari sebuah permulaan. Ya, akhir dari sebuah permulaan belajar berseragam. Selanjutnya, teman-teman akan bertemu dengan dunia perkuliahan, dunia yang semua kepentingan, semua pemikiran, semua keinginan bercampur aduk menjadi satu rasa yang perlu sekali disaring dengan cekatan. Ya, mereka bilang “This is the end of the beginning..”
                Oleh karenanya, jangan terlalu bereuforia dalam merayakan hasil pengumuman UN besok pagi teman. Kalian memang berhak merayakan keberhasilan dan kelulusan yang sudah kalian perjuangkan. Tapi tolong, dengarkan titipan pesan dari kakak-kakakmu ini teman, sebuah pesan yang sungguh tulus berasal dari dalam nurani kedamaian..

1.       Rayakan kelulusan kalian dengan sewajarnya. Jangan berlebihan !

Kau tahu teman, ada 7811 teman-teman kalian di luar sana yang tidak dapat tersenyum bahagia dikarenakan hasil UN mereka tidak secemerlang hasil UN kalian, mereka dinyatakan tidak lulus. Tegakah kamu berbahagia di atas penderitaan teman-teman kalian ?

2.       JANGAN CORAT-CORET BAJU SMA KALIAN !!!

Baju kalian masih dapat digunakan oleh saudara-saudara kita yang bahkan untuk membeli seragam pun tak mampu. Sumbangkanlah baju-baju kalian kepada saudara, tetangga yang membutuhkan.
Jangan beralasan baju tersebut sebagai kenang-kenangan indah SMA !
Kenangan indah SMA itu ada di hati, bukan di baju. Paham ?

3.       JANGAN KONVOI NORAK ALA KAMPANYE ALAY PARTAI POLITIK DI JALANAN !

Hei hei heiiiii… Kalian ini anak remaja generasi muda harapan bangsa teman. Sudah jelas kecerdasan kalian diharapkan untuk masa depan Negara. Jangan bertindak norak dan konyol dengan cara konvoi motor digeber-geber ga jelas di jalanan. GA ADA GUNANYA ! Terus kenapa kalau udah konvoi gitu ? Bangga ? Sungguh, masyarakat ga butuh gebar-geber motor kalian ! Dengan konvoi, justeru mereka terganggu kenyamanan dan merasakan kebisingan. Apalagi nanti di jalan ketemu rombongan SMA lain, terus ejek-ejekan dan berakhir tawuran. Ckckck, mau kayak gitu? HINA BANGET COY ! Cupuuu… Paham ?

4.       Ingat sebelum UN ! Betapa dekatnya kalian kepada Tuhan..  Masa’ iya orang yang deket sama Tuhan tiba-tiba berubah haluan ?

Masih ingat kan sebelum UN betapa rajinnya kalian belajar ? Betapa seriusnya kalian mengerjakan soal latihan, dan BETAPA SERINGNYA KALIAN BERDOA memohon kepada Tuhan agar diberikan kelulusan ? Iya kan ? Yang muslim, yang biasanya solat 5 waktu bolong menjadi rajin. Yang biasanya jam istirahat mencocol jajanan kantin, tiba-tiba jadi rajin solat dhuha. Yang biasanya ngebela-belain nonton bola, berganti kebiasaan jadi solat malam biar dekat sama Allah. Masa’ iya kebiasaan sebagus itu setelah UN jadi hilang ? Sayang dong kawan..

5.       Bersyukurlah atas kelulusan dengan cara yang anggun dan menawan

Apa saja cara kalian untuk merayakan kelulusan, pun sebenarnya banyak yang bisa dilakukan. Bisa dengan berbagi sembako untuk orang kurang mampu, menghibur dan menyumbang di panti asuhan, berbagi nasi bungkus kepada tukang becak, tukang sampah dan lainnya. Cara itu lebih anggun dan menawan bukan ?

6.       Berterimakasihlah kepada orangtua, adik-kakak, guru, tentor les, dan teman-teman kalian..

Banyak banget kan yang sudah dilakukan orang-orang di atas ? Nah, jangan lupa berterimakasih sebesar-besarnya kepada mereka yang sudah membantu kamu sejauh ini. Ingat, mungkin tanpa mereka kamu tidak akan sesukses sekarang dalam memperoleh kelulusan. Sungguh, orang-orang di atas sangat layak untuk kamu masukkan dalam list doa-doa kamu tiap hari kawan..

                Nah, inilah pesan dari kakak-kakakmu wahai adik-adikku di seluruh penjuru Indonesia kawan. Semoga tidak hanya kau lewatkan begitu saja, semoga kau baca, kau bagikan, dan kau lakukan bersama teman-teman. Sungguh, jalan kalian masih panjang. Jangan nodai dengan hal-hal sia-sia yang sesungguhnya sangat tidak perlu kalian lakukan..

                Selamat datang di dunia baru kawan…


5th note, on May 19th 2014
Meja belajar kehidupan, 18.38-19.28 WIB
Bersama ritme metronom entah punya siapa kawan