Jumat, 14 Januari 2011

operation oh operation...

Hehehe, saya datang kembali untuk berbagi kisah
Wakakaak


Sebenarnya sih saya Cuma mau menjelaskan tentang “Cinta eh Operasi pertama dan terakhirku” (semoga saya g pernah kena penyakit aneh-aneh lagi, dan tetap sehat walafiat hingga puluhan ataupun ratusan tahun ke depan), amin. Hahaha.

Kejadian ini dimulai waktu tanggal 7 Desember 2009, saat itu saya iseng melewati GMC (Gama Medical Centre), nah, entah kenapa saya pengen mencoba menggunakan fasilitas (gratisan) kesehatan UGM tersebut.

Lantas, saya berpikir sejenak, saya punya sakit apa ya (karena alhamdullilah sebenarnya waktu itu saya sehat walafiat), kemudian saya cek seluruh tubuh saya dan kemudian baru teringat kalau saya punya sedikit benjolan di bibir bawah sebelah kanan yang dari dulu saya pikir itu adalah sariawan yang sedikit ngeyel.

Okelah kalau begitu, dengan langkah tegap maju jalan, yang dilanjutkan langkah biasa, dengan bermodalkan benjolan di bibir dan semangat untuk memakai fasilitas gratisan (hehehe ^^a), saya pun menuju ke GMC, antri sejenak, nama saya pun akhirnya dipanggil untuk memasuki ruang EKSEKUSI (weleh, apa jal ?). dan akhirnya saya bertemu sang dokter dan beliau langsung bertanya :

DOKTER (D) : “selamat siang mas, apa keluhannya ?” (dengan senyum simpul ala dokter, *gubrak ! beliau kan emang dokter* )

Saya = DODO (D juga) : “siang dok, sebenarnya sih saya g punya keluhan (dengan wajah polos, haha). Cuma mau Tanya ni dok, kok di bibir saya ada benjolan kecil ya ? “

(D) : (dengan tanpa bilang permisi langsung mendowerkan bibir saya, wakaakak ^^a dan mengecek, menyenteri benjolan itu dengan seksama), “oh ini namanya mucocele, mas ! “

(D juga) : “apa itu dok ? “(bertanya sok pengen ngerti)
(D) : “itu TUMOR mas “(dengan tampang tanpa dosa, haduh)
(D juga) : (Jeggggleeeeeeeeeeerrrrr…….!!! Serasa disengat belalai gajah *emang bisa ?), “yakin dok ? “
(D) : “iya mas, tapi Cuma tumor jinak kok.”

(D juga) : “oh begitu…….(sedikit melepas kentut eh napas dan sedikit merasa tenang). Lantas untuk penyembuhannya gimana dok ? “
(D) : ya harus operasi. (dengan tampang tanpa dosa lagi)
(D juga) : (Jeggggleeeeeeeeeeerrrrr……. Untuk kedua kalinya!!! Kali ini bukan disengat belalai gajah, tapi karena kaki saya terinjak kaki dokternya, hadudu).
“ ehm, g bisa dengan obat jalan gitu dok ?

(D) : ya…untuk aman dan cepatnya operasi aja. Toh, ini juga operasi kecil kok.
(D juga) : bius local dok ?
(D) : iya (dengan tampang tanpa dosa untuk ketiga kalinya

(D juga) : (Jeggggleeeeeeeeeeerrrrr……. Untuk ketiga kalinya!!! Karena dalam benak saya, operasi itu adalah bedah-membedah yang memakai pisau yang gede-gede itu adalah hal mengerikan, apalagi ini hanya menggunakan bius local, ini berarti saya berada dalam kondisi sadar ketika operasi berlangsung. Lantas, hal yang teringat adalah ketika saya sunatan masal dan saya mendapat undian maju nomor satu *lah ? njuk ngopo ?)
“Gpp kan dok ? kira-kira berapa lama ya ? “

(D) : “gpp kok, paling 20-30 menit. Ini surat rujukannnya ke Rumah sakir KG UGM ya,
(D juga) : “oh bentar ya, oke makasih dok, hehehe (senyum karena masih terngiang-ngiang dengan wajah dokternya waktu bilang ITU TUMOR, MAS)” hahaha



Singkat cerita, saya langsung pulang ke rumah dan bernegosiasi dengan orang tua saya, Lantas pada tanggal 9 Desember 2009, saya menuju rumah sakit itu, namun karena sudah sore, pelayanan untuk operasi pun baru bisa dilangsungkan hari berikutnya. Kemudian keesokan harinya, 10 Desember 2009 kira-kira jam 10, saya bersama prapto (nama bapaknya sebenarnya) berkesempatan menemani saya untuk operasi. Dan………


Ehm, karena cerita di sini sangat panjang, saya Cuma menceritakan (what the) fun fact-nya aja ya, lha panjang tenan e ceritanya, wakakak, ini dia :


1.operasi baru saya jalani pukul 12.20, padahal dokternya janjian ma saya jam 10
(keburu mecothot ni benjolanku, hahaha)

2.durasi operasi berjalan sangat lama, bayangkan saja dari jam 12.18 sampai 13.50
(itulah akibatnya kalau operasi murah, Cuma yang saya sesalkan adalah kenapa saya harus nDOWER selama lebih dari 90 menit *berasa maen sepakbola, itu aja dah ditambah injury time 2 menit, hadudu)

3.dokter yang menangani saya adalah seorang co.ass, bukan dokter senior
(nah, itu mungkin menjelaskan kenapa operasinya lama, tapi gpp karena dokternya lucu, hehehe)

4.berdasarkan keterangan dokter yang ada di sekitar saya, kasus benjolan saya ini adalah kasus yang baru. Dan akibatnya terjadilah kuliah umum ketika saya dioperasi, karena sang dokter senior menjelaskan secara detail benjolan saya ini kepada para co.ass yang mengerubungi saya. Kalau tak salah, ada sekitar 12-15 orang yang ada di sekitar saya.
(saya juga jadi kesulitan nafas ni, hehe)

5.berhubung benjolan saya itu dikategorikan kasus baru dan harus didokumentasikan proses operasi dan tumornya (kata dokternya sih untuk bahan kuliah gitu), selama operasi saya menjadi merasa seorang artis ternama karena saya terus dipotret berulang-ulang dan direkam melulu.
(lumayan nampang waktu kuliah anak KG, wakakak)

6.biaya operasinya murah sekali, sekitar Rp 42.000.
(biaya sebenarnya sih Rp 190.000an, tapi karena saya memakai GMC, dipotong 75 % deh, alhamdullilah ^o^)

7.obat yang saya harus saya minum ada 3 macam, salah satunya amoxilin yang terkenal dengan “kemanisan” rasanya

8.saya musti memeriksakan benjolan yang sudah dikeluarkan tadi (yang diameternya 1 cm) itu ke laboratorium patology dan anatomi miliknya KU
(sebenarnya sih yang jadi masalah adalah biaya labnya, masak Cuma ngecek benjolan kayak gajih itu aja bayar Rp 150.000 dan itu g bole pake kartu GMC, *gubrak !, hadudu) (tapi saya tidak menyerah dan berhasil mengenyang hingga Rp 100.000, hahaha lumayan)

9.oh iya, tadi dibilangin dokternya tidak boleh makan nasi dulu, g bole yang keras-keras, g bole minum yang panas, dll.
(tapi saya lupa, malamnya saya makan nasi putih dengan serundeng dan daging sapi yang lumayan alot, wakaakak bisa dibayangkan rasanya)

10.setelah insyaf, saya makan bubur selama 3 hari berturut-turut.
(itu cukup menyiksa saya, hadudu)

11.selama masa penyembuhan, saya menjadi orang pendiam, kalau omong jadi aneh, jarang lagi mengalunkan suara perak saya, pokoknya lucu. Hahaha

12.saya masih sempat latihan fisik untuk PD, mengikuti fieldtrip geologi, acara BEM di pantai.
(haduh, g enak banget rasanya, huhuhu)

13.oh iya, selama masa penyembuhan saya jadi punya mainan baru di mulut saya, yaitu benang jahit yang terglawir-glawir diantara sela-sela gigi saya. Hadudu

14.waktu melepaskan benang jahit pada tanggal 17 Desember 2009, saya menganggap kalau hal ini akan dilakukan berjam-jam seperti waktu operasi. Oleh karena itu, saya sudah menyiapkan segenap jiwa dan raga saya untuk menghadapainya. Eh, tapi dalam kenyataannya, pelepasan benang jahit hanya selama 2-3 menit.
(bandingkan dengan operasinya, sangat timpang. 3 : 90 menit, )




Well.well.well., itulah cerita saya, jangan sampai penyakit ini menjangkiti Anda ya, hahaha. Doakan saya tetap sehat dan siap menelurkan karya-karya lainnya. Amin :D

4 komentar:

  1. weseh...udah tau og pie :D
    btw foto2 mucocele waktu kamu kuliah itu foto di mulutku lho

    BalasHapus
  2. orang belum pernah kuliah tentang mucocele.. hihihi.. :p

    BalasHapus
  3. apakah "tumor" itu 100% sudah hilang?

    BalasHapus