Jumat, 06 Januari 2012

Sejauh-jauh bangau terbang, akhirnya kembali ke peraduaannya

Mudik, Info Mudik, H-6 Idul Fitri, Kenaikan harga sembako masih wajar, Tiket KA habis terjual, Parcel lebaran sudah mulai membanjir…

Nah, hampir semua headline berita di media cetak maupun media elektronik mungkin dihiasi dengan kata-kata di atas. Menjelang Ramadan berakhir, sebagian besar rakyat Indonesia memang selalu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi lebaran. Tak pandang usia maupun status sosial, semua rakyat berpacu dengan waktu menyambut datangnya hari kemenangan tersebut. Diantara tradisi di atas, ada satu hal yang sangat dinanti-nantikan oleh para perantau, yaitu tradisi mudik.

Well, karena web ini bukanlah web yang membahas tentang mudik dan segala informasinya, maka yang akan kita bahas adalah keterkaitan antara mudik dengan kita. Ya, kita padmanaba, sebuah analogi yang cukup menggelitik karena kita akan membahas antara mudik dan padmanaba.

Kaitan antara tradisi mudik dan padmanaba adalah sesuatu yang terjadi di tanggal yang selalu kita ingat, yaitu 19 september. Ya, dan tepat sekali, itu adalah hari ulang tahun atau hari berdirinya sekolah kita tercinta yaitu SMAN 3 Yogyakarta, atau lebih dikenal dengan istilah Padmanaba. Tanggal dan bulan yang selalu berulang di setiap tahun, seperti halnya dengan mudik yang tentunya sangat dinantikan setiap tahunnya oleh para perantau. Bagi kita putra-putri padmanaba, di tanggal tersebut adalah ajang atau momen yang paling pas untuk ”mudik” atau kembali ke sekolah tercinta.

Kerinduan, rasa cinta pada kampung halaman dan keinginan bertemu dengan sanak keluarga adalah passion terbesar para pemudik untuk kembali ke kampungnya. Layaknya pemudik, para alumni padmanaba yang mungkin sudah bertebaran di seluruh penjuru dunia, mereka akan dengan sangat berusaha meluangkan waktunya pada tanggal tersebut untuk datang ke sekolah tercinta. Ada yang memang ingin langsung memberikan manfaat, melihat perkembangan sekolah atau mungkin hanya sekedar say hello kepada para guru ataupun adik-adik juniornya sembari bernostalgia, mengingat-ingat kenangan yang sudah mereka ciptakan di sekolah yang luar biasa ini. Entah kenangan lucu, sedih, menyenangkan, ataupun mengharukan, semuanya bercampur menjadi memori kehidupan yang sungguh sangat bermakna.

Lantas, apa yang biasanya dilakukan oleh perantau ketika mudik ? Tentunya para perantau akan berusaha membagi, bermanfaat dan mengaplikasikan kemampuan yang mereka peroleh selama di perantauan. Persis dengan apa yang dilakukan oleh kakak-kakak kita para alumni, mereka akan dengan senang hati berbagi pengetahuan, berbagi cerita sukses, berbagi manisnya perjuangan dan cinta atau bahkan dengan sangat ringan berbagi sokongan dana untuk kemajuan sekolah kita. Tak ada rasa ragu, tak ada perasaan maneman ketika berbagi, semuanya diberikan untuk padmanaba, untuk sekolah kita yang tercinta atau lebih tepatnya disebut keluarga yang dicinta.

Memang, mudik selalu menjadi cerita yang indah setiap tahunnya. Tak peduli seberapa besar hambatannya, para pemudik/perantau selalu memiliki semangat yang jauh lebih besar dibanding hambatan tersebut untuk kembali ke kampung halamannya. Semua dilakukan hanya karena satu hal yang disebut CINTA. Begitu pula dengan para alumni padmanaba. Karena kecintaan itulah, mereka bersedia kembali, bahu-membahu membangun sekolah atau keluarga tercinta ini agar selalu terus berkembang lebih baik. Oleh karena itu, kita yang mungkin masih berada di kampung halaman ini, seharusnya bersiap untuk menyambut para pemudik atau para alumni kita dengan sebaik-baiknya. Memberikan jamuan dengan pantas, agar kecintaan mereka semakin bertambah pekatnya. Gelaran event-event menjelang hari lahirnya Sang Teratai pun kini sudah dipersiapkan dengan luar biasa oleh adik-adik kita. Mari kita sambut bersama dengan perasaan yang merdeka HARI LAHIRNYA PADMANABA.


SELAMAT DATANG PPHP KE-69. JAYA SELALU PADMANABA !


Yogyakarta, 24 Agustus 2011
14.40-15.53



nb : tulisan ini pernah dipublikasikan di padmanaba.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar